Banner Sidebar
Banner Sidebar

Meriahnya Sebaran Apem Kukus Keong Mas di Pengging Boyolali

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Tradisi sebar apem kukus keong emas kembali digelar di Alun-alun Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (7/8/2026) siang. Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.

Dalam kegiatan itu, dua gunungan apem kukus keong emas dibagikan kepada masyarakat dari atas panggung. Antusiasme warga begitu tinggi hingga seluruh apem yang disebarkan habis diperebutkan dalam waktu kurang dari 30 menit.

Sebelum prosesi pembagian berlangsung, kedua gunungan terlebih dahulu diarak dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Alun-alun Pengging. Arak-arakan tersebut diikuti oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), anggota Pakasa, serta para pelaku wisata.

Setibanya di lokasi acara, gunungan apem ditempatkan di atas panggung utama. Selanjutnya, Bupati, Wakil Bupati, bersama unsur Forkopimda membagikan apem kepada warga yang telah menunggu sejak pagi.

Masyarakat meyakini apem yang diperoleh dalam tradisi tersebut membawa keberkahan. Sebagian warga bahkan percaya bahwa apem yang ditanam di area persawahan atau ladang dapat membantu melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit.

Kepercayaan tersebut berasal dari kisah yang diwariskan secara turun-temurun. Dahulu, para petani di kawasan Pengging dan sekitarnya dikisahkan mengalami gagal panen akibat serangan hama keong emas yang merusak tanaman padi.

Dalam cerita tersebut, RNg Yosodipuro kemudian memanjatkan doa dan mendapatkan petunjuk untuk membuat apem kukus yang dibungkus janur atau daun kelapa muda. Setelah tradisi itu dilakukan, serangan hama keong emas disebut berangsur menghilang sehingga hasil pertanian kembali membaik.

Sejak saat itu, masyarakat terus melestarikan tradisi sebar apem kukus keong emas sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar hasil panen tetap melimpah dan terhindar dari gangguan hama.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan tradisi tersebut. Menurutnya, selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Pengging dan Kabupaten Boyolali secara keseluruhan.

Ia berharap tradisi yang telah menjadi agenda tahunan tersebut dapat terus dilestarikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi budaya maupun pengembangan sektor pariwisata daerah.

Loading

Leave a Reply