Kericuhan diduga melibatkan puluhan orang yang disebut sebagai oknum debt collector (DC) terjadi di Dusun Jeblog RT 03, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Dalam peristiwa tersebut, sebuah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah didatangi sekelompok orang yang diduga hendak melakukan penagihan tunggakan kredit kendaraan.
Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram @jogja_admin, kejadian berlangsung sejak Selasa (21/7/2026) malam hingga Rabu (22/7/2026) dini hari. Aparat kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Menurut informasi yang beredar, peristiwa bermula ketika sekelompok orang diduga debt collector berupaya menarik sebuah mobil Toyota Rush yang masih berstatus kredit milik Yusuf Wahyudi (37), yang juga merupakan penghuni rumah.
Pada Selasa siang, rombongan tersebut terlebih dahulu mendatangi rumah kakak perempuan Yusuf di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman, dengan tujuan mengambil kendaraan tersebut. Saat itu, kakaknya menghubungi Yusuf karena mengaku mendapat tekanan selama proses penagihan.
Pihak keluarga menyatakan telah membayar uang muka sebesar Rp50 juta dan mengangsur kendaraan tersebut sebanyak 15 kali. Mereka juga berencana menyelesaikan persoalan administrasi kredit pada hari berikutnya.
Untuk menghindari penarikan kendaraan di lokasi tersebut, mobil kemudian dipindahkan sementara oleh salah seorang kerabat ke kawasan Godean.
Setelah meninggalkan Gamping, Yusuf kembali ke rumahnya di Dusun Jeblog, Kasihan, Bantul. Namun, selepas waktu Magrib, sekitar lima orang yang diduga berasal dari kelompok debt collector kembali mendatangi kediamannya.
Di lokasi, kedua belah pihak sempat berdiskusi mengenai tunggakan kredit kendaraan yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih delapan bulan. Yusuf mengaku berusaha menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalan musyawarah.
Situasi mulai memanas sekitar pukul 22.30 WIB. Yusuf mengklaim salah seorang dari rombongan menuduh dirinya menyembunyikan kendaraan yang menjadi objek penarikan. Ia juga mengaku mendapat ancaman dari orang tersebut yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit.
Merasa keselamatannya terancam, Yusuf memilih masuk ke dalam rumah. Akibat kejadian itu, ibunya dilaporkan mengalami syok hingga pingsan, sementara anak perempuannya menangis histeris karena ketakutan.
Untuk menghindari situasi yang semakin memburuk, Yusuf kemudian membawa anaknya keluar melalui pintu belakang rumah.
Tidak lama berselang, jumlah orang yang datang disebut bertambah hingga puluhan dengan menggunakan sepeda motor dan beberapa mobil. Yusuf mengaku mendengar suara lemparan batu yang menghantam rumahnya sehingga menyebabkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.
Akibat insiden tersebut, dua lemari kaca dan sebuah etalase dilaporkan pecah.
Kericuhan akhirnya mereda sekitar pukul 02.00 WIB setelah warga sekitar berdatangan ke lokasi.
Kasus ini kini telah ditangani aparat kepolisian. Personel dari Polsek Kasihan, Polres Bantul, hingga Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda DIY telah melakukan pengamanan di lokasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna menyusun kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Hingga saat ini, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah terduga pelaku maupun perkembangan proses hukum dalam perkara tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan insiden tersebut.
![]()
Be the first to comment