393 Jemaah Haji Kloter Pertama Sudah Tiba di Madinah

Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 01) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Ahad, pukul 08.00 Waktu Arab Saudi.

Kloter pertama ini berisi 393 orang, dengan jamaah kategori lanjut usia (lansia) sebanyak 79 orang dan menggunakan kursi roda 13 orang.

Kedatangan mereka disambut Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Konsul Haji Nasrullah Jasam, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Abdillah.

Baca Juga:   Begini Sosok Apollinaris Darmawan Penghina Agama di Mata Tetangga

Abdul Aziz dan para pejabat lain menyambut jamaah dan memberikan sekuntum bunga untuk setiap peserta calon haji.

Para petugas haji pun menyambut dengan sigap membantu jamaah. Ada yang menuntut jamaah sampai bus, memayungi hingga mendorong kursi roda. Tak lama setelah tiba di bandara, bus kemudian bergerak menuju hotel masing-masing di Madinah.

Setibanya di hotel jamaah kembali disambut dengan senandung shalawat badar dan pemberian bunga kepada jamaah calon haji Indonesia. Tak sedikit jamaah yang tak kuasa menahan haru saat turun dari bus.

Baca Juga:   Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

Petugas haji yang sudah bersiaga sejak shubuh di Hotel Abraj Tabah, yang menjadi hotel kedatangan Kloter pertama, langsung mengarahkan jamaah menuju pintu masuk hotel. Tak lupa minuman penghangat dan kurma menjadi camilan penyambutan.

Jamaah calon haji tiba di Hotel Abraj Tabah, Madinah, Ahad (12/5/2025).

Jamaah calon haji gelombang pertama akan berada di Madinah selama sembilan hari. Setelah itu akan diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Alhamdulillah, pelayanan kali ini sangat bagus. Karena ini datang melalui jalur fast track jadi tidak perlu lama-lama mengantre di airport,” ujar Dubes RI di Arab Saudi Abdul Azis.

Baca Juga:   Bandara Kertajati Siap Melayani Penerbangan Haji 2023

Azis berpesan kepada jamaah untuk tidak terlalu memforsir ibadah usai tiba di Madinah. Apalagi, puncak haji saat Armuzna masih lama. Sehingga ketika puncak haji, kondisi mereka dalam keadaan bugar.

“Ibadah itu bagus, tapi jangan terlalu memforsir fisik yang justru bisa mengurangi tenaga. Jangan nanti karena melakukan Arbain terus kita saat puncak haji kehilangan tenaga,” katanya.

Loading