Whoosh Kalahkan Shinkansen! Indonesia Masuk Jajaran Kereta Tercepat Dunia
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Kereta Cepat Whoosh mencatatkan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Dengan kecepatan operasional mencapai 350 kilometer per jam (km/jam), kereta yang menghubungkan Jakarta dan Bandung tersebut masuk dalam jajaran kereta cepat konvensional dengan kecepatan tertinggi di dunia.
Pencapaian ini membuat Whoosh kereta tercepat dunia berada sejajar dengan CR400 Fuxing milik China. Bahkan, kecepatannya melampaui sejumlah kereta cepat ternama, termasuk Shinkansen Jepang, Eurostar E320, ICE 3 Jerman, hingga TGV Prancis yang memiliki kecepatan operasional sekitar 320 km/jam.
Posisi tersebut menjadi perhatian karena Indonesia relatif baru memasuki era transportasi kereta cepat. Whoosh mulai beroperasi secara komersial pada Oktober 2023 dan langsung menjadi salah satu simbol perkembangan infrastruktur transportasi modern di Tanah Air.
Whoosh Sejajar dengan Kereta Cepat China
Berdasarkan perbandingan kecepatan operasional, Whoosh menempati posisi teratas bersama CR400 Fuxing dari China. Keduanya mampu melaju hingga 350 km/jam dalam layanan komersial.
Sementara itu, sejumlah kereta cepat dari negara lain memiliki kecepatan operasional sebagai berikut:
- Whoosh, Indonesia: 350 km/jam.
- CR400 Fuxing, China: 350 km/jam.
- Eurostar E320, Eropa: 320 km/jam.
- Shinkansen E5, Jepang: 320 km/jam.
- ICE 3, Jerman: 320 km/jam.
- Al Boraq, Maroko: 320 km/jam.
- TGV, Prancis: 320 km/jam.
Perlu dipahami, angka tersebut merupakan kecepatan operasional dalam perjalanan komersial, bukan kecepatan maksimum yang pernah dicapai saat pengujian. Karena itu, perbandingan ini menunjukkan kemampuan kereta saat melayani penumpang secara reguler.
Jakarta-Bandung Hanya 45 Menit
Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Kehadirannya mengubah pilihan transportasi masyarakat yang melakukan perjalanan antara Jakarta dan Bandung.
Dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam, perjalanan langsung dari Stasiun Halim menuju Stasiun Tegalluar Summarecon dapat ditempuh sekitar 45 menit.
Kereta ini menggunakan teknologi yang dikembangkan dari China. Dalam pengoperasiannya, Whoosh melayani empat stasiun utama, yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.
Selain memangkas waktu perjalanan, kehadiran Whoosh juga mendorong pengembangan kawasan di sekitar stasiun serta membuka peluang integrasi transportasi antarkota.
Shanghai Maglev Pernah Lebih Cepat
Meski Whoosh masuk dalam jajaran kereta cepat konvensional tercepat di dunia, ada moda transportasi lain yang memiliki kemampuan melaju lebih tinggi, yakni Shanghai Maglev di China.
Berbeda dengan Whoosh, Shanghai Maglev menggunakan teknologi magnetic levitation atau levitasi magnetik. Teknologi ini memungkinkan kereta bergerak dengan melayang di atas lintasan menggunakan gaya magnet sehingga tidak bersentuhan langsung dengan rel.
Shanghai Maglev pernah memiliki kecepatan operasional hingga 431 km/jam. Namun, layanan tersebut menurunkan batas kecepatan operasionalnya menjadi maksimal 300 km/jam pada 2021.
Hal inilah yang membuat Whoosh kini berada di jajaran teratas jika perbandingan dibatasi pada kereta cepat konvensional yang beroperasi secara komersial.
Kebanggaan Baru Transportasi Indonesia
Pencapaian Whoosh memperlihatkan bahwa Indonesia telah masuk dalam kelompok negara yang mengoperasikan teknologi kereta cepat berkecepatan tinggi.
Namun, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan kecepatan dan ketepatan waktu perjalanan. Pengembangan akses menuju stasiun, integrasi dengan transportasi lain, keselamatan, serta keberlanjutan operasional juga menjadi faktor penting.
Dengan kecepatan operasional 350 km/jam, Whoosh telah menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang lebih dahulu mengembangkan transportasi kereta cepat.
Kini, Indonesia bukan sekadar menjadi pengguna teknologi transportasi modern, tetapi juga bagian dari peta perkembangan kereta cepat dunia. (*)