Viral Taksi Liar ‘Peras’ Penumpang di Soetta

Seorang pria mengaku menjadi korban pemerasan taksi liar di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ia diminta membayar Rp 900 ribu untuk perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Jakarta.

Kasus ini viral setelah pria bernama Feli Zulhendri mengunggah ceritanya itu di TikTok. Hal ini membuat Angkasa Pura II dan pihak kepolisian turun tangan menyelidiki peristiwa tersebut.

Singkatnya, dalam video tersebut, Feli mengaku ditawari jasa angkutan taksi oleh seorang sales di Terminal 3. Ia baru saja mendarat dari Medan.

Pada saat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Feli mengaku tidak diberitahu soal tarif taksi tersebut. Ia mengaku kaget ketika diminta membayar Rp 900 ribu begitu tiba di Jakarta, yang mana hal itu tidak wajar.

Dari hasil penelusuran polisi, ada 3 orang yang berhasil dimintai keterangan yakni salesman, sopir taksi, dan manajer operasional perusahaan taksi mitra kerja di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga:   Pada Sidang Perdana, 5 Fakta Mengerikan Terkuak tentang Pembunuhan Sadis Angela oleh Ecky yang Mutilasi Tubuh Korban

Sopir-Manajer Operasional Dimintai Keterangan

Merespons berita viral itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Reza Fahlevi menghubungi korban secara daring untuk mengetahui peristiwa yang dialami korban. Dari keterangan korban ini polisi melakukan penelusuran dan berhasil mengambil keterangan 3 orang terkait.

“Polres Bandara Soekarno-Hatta langsung merespons, langsung mengambil keterangan dari tiga orang,” ujar Reza Fahlevi ketika dihubungi, Kamis (25/5).

Ketiganya adalah seorang sales berinisial HS, pengemudi taksi berinisial RS, dan manajer operasional jasa angkutan di Bandara Soekarno-Hatta berinisial J. Polisi memastikan belum ada tersangka dari kasus ini.

“Kita masih dalam tahap penyelidikan, kita masih mengumpulkan informasi,” tambah Reza.

Baca Juga:   Viral Penumpang Berkelahi di KRL, Ribut gara-gara Naik dan Turun Kereta di Manggarai

Kronologi Versi Sales dan Sopir

Polisi meminta keterangan kepada sales dan pengemudi taksi di Bandara Soekarno-Hatta terkait kasus viral ‘pemerasan’ tarif Rp 900 ribu. Begini kronologinya.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada 22 Mei. Kemudian viral satu hari setelahnya, yakni pada 23 Mei.

“Jadi memang korban saat datang di Terminal 3 dalam keadaan terburu-buru mencari sarana angkut dengan destinasi tujuan daerah Kasablanka. Saat itu korban bertemu dengan sales (HS), kemudian korban menyampaikan ‘bisa bantu untuk tolong carikan kendaraan jenis Innova Zenix?'” ujar Kompol Reza.

Sales Getok Harga Rp 900 Ribu

HS menyampaikan kendaraan yang diminta korban tidak tersedia. Karena itu, HS menelpon temannya yang juga merupakan seorang driver inisial RS. Kebetulan, armada yang dikemudikan RS jenis Innova Zenix, yang sama dengan permintaan korban.

Baca Juga:   Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru KAI Operasikan 11 Kereta Api Tambahan

“Mereka (antara HS dan korban) tidak membicarakan masalah harga. Cuma si sales menyampaikan kepada si pengemudi (RS) bahwa nanti harganya Rp 900 ribu,” jelas Reza.

RS pun mengantarkan korban ke Kasablanka. Setiba di Kasablanka, korban lalu bertanya kepada RS terkait tarifnya. RS bingung karena ia mengira sudah terjadi kesepakatan antara sales HS dan korban.

RS lalu menelepon HS. Melalui sambungan telepon yang di-loud speaker, HS memberi tahu bahwa harganya Rp 900 ribu.

“Si korban keberatan dan si korban hanya mau membayar Rp 400 ribu. Jadi tawar-menawar yang terjadi di situ (Kasablanka),” tambahnya.

Loading