Viral Pria Pakai Almamater Undira di Bundaran HI, Akhirnya Klarifikasi
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Sosok pria yang terlihat mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menjadi perbincangan di media sosial. Setelah penampilannya ramai disorot publik, pria tersebut akhirnya memberikan klarifikasi mengenai identitas serta alasan dirinya hadir dalam kegiatan tersebut.
Pria bernama Bayu Setiadi, yang juga dikenal dengan sebutan Dino, menjelaskan bahwa dirinya bukan mahasiswa maupun bagian dari civitas akademika Universitas Dian Nusantara. Ia mengaku datang ke acara tersebut karena mendapatkan undangan dari sebuah komunitas.
Pengakuan itu disampaikan Bayu melalui sebuah rekaman video klarifikasi. Dalam keterangannya, ia juga mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan deklarasi tersebut merupakan pekerjaan yang disertai imbalan atau bayaran.
Informasi mengenai klarifikasi Bayu turut diberitakan melalui kanal YouTube Wartakota yang kemudian menjadi perhatian publik.
Kronologi Pria Pakai Almamater Undira Jadi Sorotan
Sebelumnya, Bayu menarik perhatian masyarakat setelah fotonya terlihat mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara ketika menghadiri deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan deklarasi tersebut diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya. Dalam pelaksanaannya, kepolisian juga melibatkan sejumlah figur publik, termasuk Raffi Ahmad dan influencer Willie Salim.
Kemunculan Bayu dengan atribut kampus Undira kemudian memunculkan perhatian warganet. Banyak yang mempertanyakan identitas pria tersebut serta keterkaitannya dengan universitas yang tercantum pada jas almamater yang dikenakannya.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Bayu akhirnya memberikan penjelasan secara terbuka. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara itu tidak mewakili Universitas Dian Nusantara.
Dalam video klarifikasinya, Bayu menyampaikan bahwa dirinya bukan mahasiswa kampus tersebut.
"Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara," ungkap Bayu.
Bayu Mengaku Diundang Komunitas dan Mendapat Bayaran
Bayu kemudian menjelaskan latar belakang keikutsertaannya dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda. Menurut keterangannya, ia datang setelah menerima undangan dari sebuah komunitas yang mengajaknya mengikuti kegiatan tersebut.
Ia juga secara terbuka mengakui mendapatkan bayaran atas keterlibatannya dalam acara yang berlangsung di kawasan Bundaran HI itu.
"Saya mengikuti acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam klarifikasi yang disampaikan Bayu. Ia ingin meluruskan informasi mengenai kehadirannya agar masyarakat tidak menganggap dirinya sebagai perwakilan atau mahasiswa Undira.
Asal Usul Jas Almamater Undira Dipertanyakan
Selain menjelaskan statusnya, Bayu turut memberikan keterangan mengenai jas almamater Universitas Dian Nusantara yang dikenakannya ketika menghadiri acara tersebut.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul pakaian tersebut. Menurut penuturannya, jas almamater itu diberikan kepadanya tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai identitas maupun asal institusinya.
"Mengenai almamater yang saya kenakan itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal usulnya," paparnya.
Keterangan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan publik mengenai alasan dirinya menggunakan atribut kampus meskipun bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara.
Pada bagian akhir video klarifikasi, Bayu menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat kejadian tersebut. Secara khusus, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Universitas Dian Nusantara.
Bayu menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan atas kesadaran dan kemauannya sendiri, tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak lain.
Ia juga mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kekeliruannya karena kurang teliti ketika menerima dan menjalankan pekerjaan yang ditawarkan kepadanya.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, terutama kepada pihak Universitas Dian Nusantara."
Ia kemudian menegaskan kembali bahwa kesalahan tersebut merupakan tanggung jawab pribadinya karena tidak melakukan pemeriksaan secara cermat sebelum menerima pekerjaan. (*)