VIRAL Panda Tertua di Jepang Mati

Kabar duka diumumkan Jepang. Panda tertua di Jepang mati pada usia 28 tahun.

Dilansir dari Japan Today, Rabu (3/4/2024) panda bernama Tan Tan mati pada Senin (1/4) karena penyakit jantung yang disebabkan usianya yang sudah tua. Dia mati dalam usia 28 tahun. Usia itu setara dengan 100 tahun di umur manusia.

Tan Tan lahir di China pada tahun 1995 dan dikirim ke Jepang di tahun 2000. Dia tinggal di Kebun Binatang Kobe Oji selama 24 tahun sebagai simbol pemulihan dari Gempa Besar Hanshin yang melanda wilayah tersebut pada bulan Januari 1995.

Baca Juga:   Macho Bar di Jepang, Pengalaman Unik Makan dengan Pelayan Lelaki Kekar dan Berotot

Pada konferensi pers, Direktur Kebun Binatang Kobe Oji, Yujiro Kako, mengatakan panda raksasa ini berperan besar dalam pemulihan dan memberikan keberanian kepada penduduk setempat dan anak-anak selama hampir 24 tahun. Terutama, setelah gempa bumi.

“Kami dengan tulus ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah menunjukkan minat dan cinta terhadap panda raksasa Tan Tan selama bertahun-tahun,” kata Kako.

Seharusnya, Tan Tan dipulangkan ke China pada tahun 2020. Namun pemulangannya tertunda karena pandemi Covid-19. Setelah pandemi, kepulangannya tertunda lagi karena karena dia harus menjalani perawatan medis setelah didiagnosis penyakit jantung terkait usia.

Dengan kematian Tan Tan dan kembalinya Xiang Xiang ke China, Jepang kini memiliki delapan panda. Sebanyak empat ekor panda di Kebun Binatang Ueno di Tokyo, dan empat lainnya di Dunia Petualangan Prefektur Wakayama.

Loading