Penyanyi dangdut Jelita Bahar kini mulai merambah dunia usaha kuliner dengan menjual risol. Putri dari pedangdut Annisa Bahar tersebut mengungkapkan bahwa bisnis itu bermula dari keinginannya mencari kesibukan selama bulan Ramadhan.
Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jelita menjelaskan bahwa dirinya ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat selama menjalani ibadah puasa.
“Aku memutuskan jualan risol salah satunya karena ingin punya aktivitas. Waktu bulan puasa kemarin sempat bingung mau melakukan apa. Kalau hanya di rumah, rasanya jadi terus kepikiran lapar. Tapi kalau ada kegiatan, waktu terasa lebih cepat dan saat berbuka juga jadi lebih nyaman,” ujar Jelita Bahar.
Tak disangka, usaha kuliner yang dijalaninya mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pelanggan yang mengenali dirinya sebagai penyanyi dan sering meminta berfoto bersama ketika sedang berjualan.
Meski demikian, perhatian dari pelanggan terkadang membuatnya kesulitan berkonsentrasi, terutama saat sedang menggoreng risol.
“Kadang ada yang meminta foto ketika aku lagi menggoreng. Jadinya fokus sedikit terganggu. Padahal proses menggoreng risol harus benar-benar diperhatikan. Kalau tidak, hasilnya bisa kurang bagus, misalnya jadi lembek atau kulitnya pecah,” tuturnya.
Saat ini, Jelita masih mengelola usahanya bersama satu orang rekan. Namun, ia berencana menambah tenaga kerja apabila bisnis tersebut berkembang lebih besar di masa mendatang.
“Kalau nanti usahanya semakin maju, insyaAllah mungkin akan merekrut karyawan. Untuk sekarang masih dijalankan berdua saja supaya biaya operasional bisa lebih hemat. Kita fokus menjalankan dan mengembangkan usaha ini terlebih dahulu,” kata perempuan kelahiran 1988 itu.
Dalam sehari, Jelita mengaku dapat menjual sekitar 200 hingga 300 buah risol. Meskipun kini sibuk menjalankan bisnis kuliner, ia menegaskan tetap memiliki keinginan untuk terus berkarya di dunia hiburan.
“Untuk dunia entertainment tentu masih ingin. Hanya saja mungkin dimulai dari proyek-proyek yang lebih kecil terlebih dahulu, belum yang berskala besar,” pungkas Jelita.
![]()
Be the first to comment