Sebuah alat berat berupa ekskavator terlihat melintas di area tenda pernikahan warga di Padukuhan Onggojayan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (10/4/2026). Momen tersebut sempat terekam kamera dan menjadi perhatian karena dilakukan untuk menuju lokasi proyek renovasi masjid setempat.
Ekskavator itu bergerak perlahan dengan lengan pengeruk diturunkan agar tidak menyentuh bagian atas tenda. Beberapa warga tampak membantu mengarahkan operator saat alat berat melewati jalur sempit di bawah tenda hajatan.
Jagabaya Kalurahan Banyurejo, Irwan Darmanta, membenarkan bahwa jalur tersebut digunakan untuk keperluan pembongkaran masjid yang akan segera direhabilitasi. Lokasi masjid berada di sisi utara area tempat berlangsungnya acara pernikahan.
“Itu kejadian hari Jumat di Onggojayan, nah itu di dekat SD ada hajatan, terus di utaranya lagi masyarakat merobohkan masjid untuk direhab,” kata Irwan Darmanta, Jagabaya Kalurahan Banyurejo.
Ia menjelaskan bahwa ekskavator tersebut dipinjam dari proyek pembangunan tol di sekitar wilayah tersebut. Penggunaan alat berat dinilai penting karena proses pembongkaran bangunan masjid tidak dapat dilakukan secara manual.
Keberadaan tenda yang menutup sebagian jalan disebut sebagai satu-satunya akses menuju lokasi proyek. Meski demikian, kendaraan tetap diizinkan melintas dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu jalannya acara pernikahan.
Pemerintah desa memastikan tidak terjadi konflik antarwarga karena sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama. Baik kegiatan renovasi masjid maupun acara pernikahan tetap dapat berlangsung bersamaan tanpa harus menutup akses jalan sepenuhnya.
“Masyarakat ingin pembangunan masjidnya jalan, manten juga jalan. Tapi itu nggak ada masalah, semua bisa jalan. Jumat Sabtu itu jalan masih dibuka,” ujar Irwan Darmanta.
![]()
Be the first to comment