Usai Diminta Masuk Kantor Karyawan Amazon Ancam Mogok Kerja

Sejumlah karyawan Amazon berencana mogok kerja mulai 31 Mei 2023 buntut kebijakan kembali bekerja dari kantor alias working from office (WFO).

Ancaman mogok kerja ini juga menjadi sinyal munculnya ketegangan di tengah para karyawan setelah perusahaan melakukan beberapa kali pemutusan hubungan kerja (PHK) massal beberapa waktu belakangan.

Pekerja yang berpartisipasi untuk mogok ini memiliki dua tuntutan. Pertama, meminta perusahaan untuk mempertimbangkan dampak iklim di garis depan pengambilan keputusan WFO. Kedua, memberikan fleksibilitas yang lebih besar terkait bagaimana dan di mana karyawan bisa bekerja.

Aksi mogok kerja ini akan dilakukan jika setidaknya ada 1.000 pekerja setuju untuk berpartisipasi. Salah seorang karyawan Amazon mengatakan pemogokan ini dilakukan sebagai pesan kepada para pimpinan agar mereka bisa mencari solusi atas sejumlah masalah tadi.

Baca Juga:   Pesawat Vietjet Air salah Masuk Taxiway Bikin Bandara Jepang Panik

“Kami membutuhkan pengambilan keputusan jangka panjang yang lebih baik, yang menguntungkan tidak hanya bagi karyawan tetapi juga komunitas yang kami layani,” kata karyawan tersebut seperti dikutip dari CNN Business, Rabu (24/5).

Pekerja yang meminta untuk tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan para karyawan memfokuskan upaya pemogokan di kantor pusat Amazon di Seattle. Namun, karyawan di luar kantor itu pun bisa ikut berpartisipasi secara virtual.

Salah satu kelompok internal yang memelopori pemogokan minggu depan adalah Karyawan Amazon untuk Keadilan Iklim (AECJ). AECJ merupakan koalisi yang juga memprotes perusahaan karena tidak bertindak terhadap perubahan iklim pada 2019.

Baca Juga:   Akibat Sembunyikan Pasien Covid-19, Pemimpin Sekte Ini Ditangkap

“Untuk menumbuhkan tempat kerja berkelas dunia yang beragam, kami memerlukan rencana nyata untuk mengatasi dampak iklim dan pilihan kerja yang fleksibel,” kata AECJ.

Ikrar Iklim Amazon, yang ditandatangani pada 2019, mengikat perusahaan untuk mencapai nol emisi karbon pada 2040. Namun, AECJ mengecam janji tersebut sebagai ‘hype’ dan menuntut tindakan nyata.

Di sisi lain, Amazon mengklaim telah membuat kemajuan dalam memenuhi tujuannya, termasuk dengan menempatkan ribuan kendaraan pengiriman listrik. Selain itu, raksasa e-commerce itu juga terus berinvestasi untuk mengurangi emisi karbon.

Amazon pun mengklaim punya tujuan untuk memberdayakan 100 persen operasinya dengan energi terbarukan pada 2030, dan diharapkan untuk memenuhi tujuan tersebut pada 2025.

Baca Juga:   Korea Utara Akui Kegagalan Peluncuran Satelit, Meningkatkan Ketegangan dengan Korea Selatan dan Jepang

“Kami menghormati hak karyawan kami untuk mengungkapkan pendapat mereka,” kata juru bicara Amazon Rob Munoz.

Menanggapi kekhawatiran karyawan tentang kembali ke kantor, Munoz mengatakan perusahaan telah mengalami beberapa pekan yang luar biasa dengan lebih banyak karyawan di kantor. Menurutnya, WFO memberikan energi yang baik di antara karyawan di kantor pusat.

“Kami telah mendengar ini dari banyak karyawan dan bisnis di sekitar kantor kami,” kata Munoz.

“Sehubungan dengan topik spesifik yang diangkat oleh kelompok karyawan ini, kami telah menjelaskan pemikiran kami di berbagai forum selama beberapa bulan terakhir dan akan terus melakukannya,” tandasnya.

Loading