Tragedi Kereta Spanyol Tewaskan 69 Orang, Dugaan Gangguan Sinyal Mencuat
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
MADRID, BERITANOW.COM – Kecelakaan kereta Spanyol yang melibatkan dua kereta cepat di dekat Urda, Provinsi Toledo, menewaskan sedikitnya 69 orang dan menyebabkan lebih dari 200 orang terluka. Tragedi yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) ini memicu penyelidikan besar setelah muncul dugaan gangguan sistem persinyalan dan kesalahan prosedur operasional. Pemerintah Spanyol berjanji mengusut penyebab kecelakaan sekaligus mengevaluasi keselamatan jaringan kereta cepat di negara tersebut.
Insiden itu terjadi di jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla, Spanyol bagian selatan. Dua kereta yang terlibat masing-masing dioperasikan oleh perusahaan kereta milik negara, Renfe, dan operator swasta, Iryo. Benturan keras mengakibatkan sejumlah gerbong keluar dari rel, sementara beberapa gerbong dilaporkan jatuh ke lereng di sekitar jalur.
Kereta Cepat Menabrak Kereta yang Berhenti
Berdasarkan laporan awal yang disampaikan otoritas Spanyol, kereta Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur tersebut. Kedua rangkaian kereta membawa ratusan penumpang ketika kecelakaan terjadi pada pagi hari. Benturan menyebabkan kerusakan parah pada gerbong dan membuat petugas penyelamat harus bekerja di tengah puing-puing untuk mengevakuasi korban.
Data awal pemerintah daerah Castilla-La Mancha menyebut kereta Renfe membawa sekitar 397 penumpang, sedangkan kereta Iryo mengangkut sekitar 147 penumpang. Tim penyelamat, tenaga medis, polisi, dan petugas darurat dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang serta membawa korban luka ke rumah sakit. Proses identifikasi korban juga dilakukan untuk memastikan identitas para penumpang yang meninggal dunia.
Besarnya jumlah korban menjadikan kecelakaan ini salah satu tragedi kereta cepat paling mematikan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah dan petugas terkait terus menangani dampak kecelakaan, termasuk memberikan informasi kepada keluarga korban. Perkembangan jumlah korban perlu mengikuti pembaruan resmi karena proses identifikasi dan pemeriksaan masih berlangsung.
Sistem Persinyalan Jadi Fokus Penyelidikan
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente menyatakan bahwa gangguan pada sistem keselamatan kereta menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Gangguan sistem persinyalan LZB dilaporkan menyebabkan sejumlah kereta berhenti secara otomatis di lintasan. Setelah itu, pusat kendali mengambil alih pengaturan pergerakan kereta yang terdampak gangguan.
Persoalan muncul ketika kereta Renfe diizinkan melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal, meskipun kereta Iryo di depannya masih berhenti. Menurut penjelasan awal pemerintah, keputusan tersebut diduga bertentangan dengan prosedur keselamatan yang seharusnya diterapkan ketika sistem persinyalan mengalami gangguan. Kereta Renfe kemudian menabrak kereta Iryo pada kecepatan yang diperkirakan mencapai 160–200 kilometer per jam.
Meski demikian, penyebab akhir kecelakaan belum ditetapkan. Penyelidik masih memeriksa rekaman komunikasi pusat kendali, data perjalanan kereta, serta perangkat perekam perjalanan untuk menyusun kronologi secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjelaskan bagaimana kereta diizinkan bergerak dan mengapa tabrakan tidak berhasil dicegah.
Pemerintah Spanyol Janjikan Evaluasi Keselamatan
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji memastikan penyebab tragedi terungkap. Pemerintah juga menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026. Peristiwa ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai keandalan sistem keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur kereta cepat.
Kecelakaan tersebut juga menjadi perhatian karena Spanyol mengalami kecelakaan kereta besar lainnya pada Januari 2026 di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, yang menewaskan 46 orang. Namun, pemerintah menyatakan kedua peristiwa itu belum terbukti memiliki penyebab yang sama. Penyelidikan independen diperlukan untuk menentukan faktor yang berkontribusi terhadap masing-masing kecelakaan.
Bagi pemerintah Spanyol, hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan, termasuk evaluasi sistem persinyalan dan prosedur pengendalian perjalanan. Sementara itu, keluarga korban masih menghadapi kehilangan dan ketidakpastian di tengah proses identifikasi. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam pengoperasian transportasi kereta api berkecepatan tinggi. (*)