Aksi teror pembakaran yang sebelumnya viral melalui akun Instagram Berita Matraman akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Polsek Matraman.
Polisi mengamankan seorang pria berinisial “A” yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi pembakaran di beberapa titik permukiman warga Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Pengungkapan kasus ini sempat memancing emosi warga. Saat aparat berada di lokasi, sejumlah warga yang telah lama mencurigai tindakan pelaku mendatangi rumah “A” karena geram terhadap aksi yang dianggap meresahkan lingkungan sekitar.
Akibat banyaknya massa yang berkumpul, petugas sempat mengalami kesulitan saat membawa terduga pelaku. Namun situasi akhirnya berhasil dikendalikan berkat kerja sama personel Polsek Matraman, Babinsa, Satpol PP, pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat sehingga tidak terjadi aksi anarkis.
Kapolsek Matraman, AKP Suripno, turun langsung memimpin pengamanan terhadap terduga pelaku guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah situasi dapat dikendalikan. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri,” ujar AKP Suripno kepada wartawan
Menurut Suripno, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk mencocokkan hasil olah tempat kejadian perkara dengan barang bukti yang telah diamankan.
“Ada beberapa lokasi kejadian. Hasil olah TKP akan kami sinkronkan, lalu diproses sesuai perbuatannya dan barang bukti yang ditemukan, baik kendaraan maupun barang yang dibawa pelaku,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari keluarga terduga pelaku. Berdasarkan pengakuan orang tuanya, sosok yang terekam dalam CCTV yang beredar diduga memang anak mereka.
Rekaman CCTV memperlihatkan aksi pembakaran di sejumlah titik yang kemudian cepat diketahui warga sebelum api membesar dan menyebabkan kebakaran kecil di kawasan permukiman.
Hingga kini, penyidik masih terus menyelidiki motif di balik aksi teror pembakaran tersebut. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
![]()
Be the first to comment