Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
NEW DELHI, BERITANOW — Perseteruan antara Elon Musk dan Mukesh Ambani semakin terbuka ketika Starlink India belum juga memulai layanan komersialnya. Musk menuduh pendukung Ambani menggunakan argumen yang saling bertentangan: di satu sisi mengatakan Starlink terlalu mahal untuk bersaing, tetapi di sisi lain menganggap layanan satelit itu sebagai ancaman besar. Polemik tersebut membuat persaingan bisnis berubah menjadi perdebatan tentang struktur pasar telekomunikasi India.
Musk berpendapat masuknya Starlink akan memperbesar pilihan konsumen, terutama di daerah yang belum mendapatkan konektivitas memadai. Ia juga menilai persaingan tidak akan menghancurkan Reliance-ekosistem telekomunikasi yang dikendalikan keluarga Ambani, tetapi hanya berpotensi menekan keuntungan perusahaan. Reliance sendiri sejauh ini belum memberikan tanggapan terbuka terhadap tudingan terbaru Musk.
Bukan Sekadar Dua Orang Kaya Bertengkar
Yang diperebutkan sebenarnya jauh lebih besar daripada konflik personal dua miliarder. India merupakan salah satu pasar internet terbesar dunia, sementara layanan satelit berpotensi menjangkau wilayah yang sulit dilayani jaringan terestrial. Firma konsultan global Deloitte memperkirakan pasar broadband satelit India dapat mencapai sekitar US$1,9 miliar pada 2030.
Reliance Jio sudah memiliki basis pelanggan, jaringan, dan infrastruktur domestik yang sangat besar. Starlink membawa keunggulan berbeda berupa jaringan satelit orbit rendah global yang dapat menjangkau wilayah tanpa menunggu pembangunan menara atau kabel. Benturan keduanya mempertemukan dua model infrastruktur: jaringan nasional berbasis darat versus jaringan satelit global.
Persaingan itu juga tidak hanya melibatkan Reliance dan SpaceX. Pemerintah India telah memberikan lisensi satelit kepada Starlink, Jio Satellite Communications, dan Eutelsat OneWeb. Ketiganya masih harus menyelesaikan persyaratan keamanan serta alokasi spektrum sebelum layanan komersial dapat berjalan penuh.
Pemerintah Menolak Tuduhan Monopoli
Pemerintah India membantah tudingan Musk bahwa proses perizinan sengaja digunakan untuk menghalangi Starlink. Menteri Komunikasi Jyotiraditya Scindia menyatakan India tidak mengizinkan monopoli dan menegaskan kerangka otorisasi berlaku secara nondiskriminatif. Pemerintah juga mengatakan ketiga pemegang lisensi berada pada tahap regulasi yang kurang lebih sama.
Persoalan keamanan menjadi bagian penting dari penundaan tersebut. Pemerintah ingin memastikan layanan satelit tidak melewati gerbang komunikasi India, data pengguna tetap dapat diawasi sesuai aturan domestik, dan sistem memenuhi standar keamanan nasional. Setelah tahap tersebut selesai, perusahaan baru dapat bergerak menuju penetapan spektrum.
Karena itu, tuduhan Musk mengenai pengaruh Ambani belum didukung bukti publik yang menunjukkan Reliance mengendalikan proses regulasi. Pemerintah menyebut klaim tersebut tidak berdasar, sementara Musk terus mempertanyakan mengapa Starlink masih tertahan setelah bertahun-tahun memenuhi berbagai persyaratan. Konflik yang muncul akhirnya juga menjadi ujian transparansi regulator India.
Siapa Menguasai Akses, Menguasai Pasar
Konektivitas satelit membawa perubahan karena akses internet tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kabel, menara, dan jaringan fisik lokal. Perusahaan yang mengendalikan konstelasi satelit dapat menyediakan koneksi langsung ke wilayah yang selama ini tidak ekonomis bagi jaringan tradisional. Hal itu membuka pasar baru sekaligus mengubah posisi pemain lama.
Bagi India, persoalannya tidak hanya soal harga termurah. Negara juga harus menimbang kedaulatan data, keamanan nasional, persaingan sehat, dan kebutuhan memperluas akses digital ke daerah tertinggal. Semakin penting internet bagi ekonomi, pendidikan, dan layanan publik, semakin strategis pula pihak yang mengendalikan infrastrukturnya.
Karena itu, pertarungan Starlink India dengan Reliance bukan sekadar drama bisnis antara Musk dan Ambani. Yang sedang diperebutkan adalah struktur pasar internet masa depan: apakah konektivitas akan tetap bertumpu pada perusahaan telekomunikasi domestik, atau semakin bergeser menuju pemain satelit global. Jawabannya akan menentukan bukan hanya siapa memperoleh pelanggan, tetapi siapa yang memiliki kekuatan terbesar dalam membentuk ekosistem digital India.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.