Snapdragon 8 Elite Gen 6 Meluncur, Chip Android Pertama 2nm untuk AI Agen
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
MAUI, BERITANOW.COM — Qualcomm resmi meluncurkan dua chipset Android terbarunya, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, di ajang Snapdragon Summit 2026 di Maui, Hawaii. Keduanya dibangun dengan proses manufaktur 2 nanometer (2nm) dan diposisikan untuk menggerakkan era "AI agen" atau agentic AI di ponsel premium.
Peluncuran ini datang di tengah tekanan industri smartphone global. Menurut riset Counterpoint Research, pasar ponsel dunia diperkirakan menyusut 14 persen pada 2026 akibat lonjakan harga memori, dan berpotensi turun lagi 1 persen pada 2027.
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari laporan CNBC, siaran pers Qualcomm, dan CNET.
Dua Chip, Satu Strategi
Qualcomm untuk pertama kalinya memperkenalkan dua chip kelas flagship sekaligus. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 adalah versi paling bertenaga, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 menawarkan kemampuan serupa untuk rentang ponsel premium yang lebih luas.
"Kami memberi OEM pilihan yang lebih besar," kata Chris Patrick, Senior Vice President dan General Manager Mobile Handsets Qualcomm, dalam siaran persnya.
Kedua chip menggunakan CPU Oryon rancangan Qualcomm yang menembus kecepatan 5GHz — diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk chip mobile. Di dalamnya juga tertanam GPU Adreno dan NPU Hexagon yang dirancang ulang untuk menangani beban kerja AI.
Peningkatan Performa
Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 tahun lalu, peningkatan performa kedua chip cukup signifikan. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencatat kenaikan performa CPU sebesar 13 persen, sementara versi Snapdragon 8 Elite Gen 6 naik 10 persen.
Pada sisi grafis, lonjakannya lebih besar lagi. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencatat peningkatan performa GPU hingga 44 persen, sedangkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 mencapai 37 persen. Peningkatan ini penting untuk gaming dan rendering visual yang lebih berat.
Untuk kemampuan AI, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencatat kenaikan performa NPU sebesar 35 persen, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 naik 14 persen. Selisih ini menunjukkan posisi Extreme Gen 6 sebagai chip dengan kemampuan AI paling agresif di lini Qualcomm.
Dari sisi efisiensi daya, kedua chip mencatat angka yang sama untuk CPU dan GPU, masing-masing 37 persen dan 40 persen lebih efisien dibanding generasi sebelumnya. Namun pada metrik AI per watt, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 kembali unggul dengan peningkatan 33 persen, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 mencatat 20 persen.
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 juga membawa peningkatan khusus yaitu matrix core khusus AI di GPU Adreno, fitur upscaling dan frame generation untuk gaming, serta FlexCache 16MB — 50 persen lebih besar dari pendahulunya. Untuk kamera, chip ini mendukung codec Advanced Professional Video (APV) dan perekaman video 8K pada 60 fps serta 4K pada 240 fps untuk slow-motion.
Posisi di Tengah Krisis Memori
Peluncuran ini terjadi saat industri ponsel sedang tertekan. Harga memori yang melonjak akibat permintaan pusat data AI telah menaikkan biaya perangkat jadi. Sebagai respons, produsen ponsel mengalihkan fokus ke segmen premium yang menyasar konsumen berdaya beli lebih tinggi.
Qualcomm memposisikan ponsel berchip Snapdragon kelas atas sebagai "AI hub" yang mampu memproses model AI dan menghasilkan token tanpa bergantung pada cloud. Apple sebelumnya juga memposisikan iPhone sebagai "intelligent personal hub" untuk pemrosesan AI on-device.
"Kita sedang bertransisi dari model yang sangat berpusat pada ponsel menjadi model yang berpusat pada agen untuk pengalaman baru," kata CEO Qualcomm Cristiano Amon dalam acara peluncuran.
Gemini dan AI Agen
Dalam acara peluncuran yang disiarkan langsung, Amon menghadirkan Rick Osterloh, kepala platform dan perangkat Google. Menurut Osterloh, Gemini akan mampu memahami konteks pengguna — misalnya jika sedang berada di dalam mobil — berkat kekuatan pemrosesan dan sensor chip ini.
Qualcomm menyebut Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mampu menjalankan model dengan 30 miliar parameter. Chip ini juga dilengkapi fitur keamanan untuk mengontrol akses agen ke data sensitif.
"Agen AI akan membuat perangkat melakukan jauh lebih banyak daripada sekadar menjalankan perintah," kata Amon.
Ponsel Pertama dan Mitra OEM
Xiaomi dan Motorola juga unjuk gigi dengan mendemonstrasikan ponsel baru mereka di ajang summit. Motorola Signature 27, yang akan dirilis akhir tahun ini, menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan membawa empat kamera — termasuk kamera utama 50 megapiksel dan telefoto periskop 200 megapiksel — serta AI Gemini dari Google.
Selain Motorola dan Xiaomi, chip ini akan hadir di ponsel flagship dari HONOR, iQOO, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, dan vivo. Qualcomm juga memperkenalkan Snapdragon Sound Elite Gen 2, chip audio dengan performa AI dua kali lipat dan konsumsi daya 40 persen lebih hemat.
Untuk pasar Indonesia, ada beberapa hal masih ditunggu, seperti kapan ponsel-ponsel ini masuk pasar Indonesia, bagaimana harga akhirnya mengingat krisis memori, dan apakah klaim performa AI 30 miliar parameter bisa dibuktikan dalam penggunaan sehari-hari. BeritaNow akan mengikuti perkembangan ketersediaan perangkat di Indonesia.(*)