Serangan Kilang Minyak Moskow Memicu Tudingan Keterlibatan Eropa
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
Jakarta, BeritaNow.com — Serangan drone terhadap fasilitas kilang minyak di Moskow pada 20 September 2026 memicu kembali ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Di tengah eskalasi tersebut, muncul klaim mengenai kemungkinan keterlibatan pihak-pihak Eropa. Namun, hingga 23 September 2026, belum ada bukti publik yang terverifikasi secara independen bahwa para pemimpin Eropa terlibat langsung dalam serangan tersebut.
Serangan terjadi pada Minggu, 20 September, ketika Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Moskow dan sejumlah wilayah Rusia lainnya. Otoritas Rusia menyatakan lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat sejak Sabtu, termasuk sekitar 450 drone yang diarahkan ke Moskow. Beberapa drone dilaporkan mencapai kompleks kilang minyak Moskow.
Reuters melaporkan bahwa kilang minyak Moskow, yang dimiliki Gazprom Neft, mengalami kebakaran pada dua unit utama penyulingan minyak mentah setelah serangan drone. Sumber industri yang dikutip Reuters menyebut aktivitas pengolahan minyak mentah di kilang tersebut kemudian dihentikan dan perbaikan kerusakan dapat membutuhkan waktu beberapa pekan.
Kilang tersebut merupakan salah satu fasilitas energi penting di wilayah ibu kota Rusia. Data yang dikutip Reuters menunjukkan fasilitas itu mengolah sekitar 11,6 juta ton minyak mentah pada 2024, atau sekitar 230.000 barel per hari.
Serangan tersebut juga menimbulkan korban jiwa di wilayah Moskow. Otoritas Rusia kemudian melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dalam rangkaian serangan tersebut. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan ratusan warga harus dievakuasi dari kawasan terdampak.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya menyatakan bahwa operasi jarak jauh Ukraina diarahkan terhadap infrastruktur yang menghasilkan pendapatan bagi Rusia dan mendukung kemampuan militernya. Laporan Associated Press juga menyebut serangan tersebut menyasar infrastruktur minyak dan logistik Rusia.
Klaim keterlibatan Eropa
Di tengah pemberitaan mengenai serangan kilang Moskow, beredar klaim bahwa Rusia sedang mengumpulkan bukti mengenai keterlibatan pemimpin Eropa dalam serangan tersebut. Klaim itu kemudian dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya eskalasi hingga Perang Dunia III.
Namun, klaim tersebut perlu diperlakukan secara hati-hati.
Sampai 23 September 2026, laporan yang dapat diverifikasi mengenai serangan 20 September menyebutnya sebagai serangan drone Ukraina. Tidak terdapat bukti publik yang menunjukkan bahwa pemimpin negara Eropa secara langsung memerintahkan atau terlibat dalam operasi tersebut. Reuters juga melaporkan serangan tersebut berdasarkan keterangan otoritas Rusia dan sumber lainnya, tanpa menyebut keterlibatan langsung pemimpin Eropa.
Ketegangan terus meningkat
Serangan terhadap infrastruktur energi berlangsung ketika Rusia dan Ukraina masih saling menyerang fasilitas strategis masing-masing. Pada 22 September, Reuters kembali melaporkan serangan drone Ukraina terhadap wilayah Samara, sementara Rusia dan Ukraina masih terlibat dalam serangan udara terhadap infrastruktur energi.
Di sisi diplomatik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di New York dalam rangkaian agenda Sidang Umum PBB. Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah upaya mendorong penghentian serangan terhadap infrastruktur energi kedua pihak.
Dengan demikian, serangan kilang minyak Moskow merupakan fakta yang telah dilaporkan dan didokumentasikan, sementara klaim mengenai keterlibatan langsung pemimpin Eropa masih belum terverifikasi.
BeritaNow.com akan terus memperbarui informasi apabila pemerintah Rusia atau pihak lain mengeluarkan bukti baru yang dapat diperiksa secara independen. (*)