Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
BOGOR, BeritaNow.com — Pertarungan dua raksasa bola basket Indonesia berakhir dengan selisih empat angka yang menyakitkan bagi salah satu kubu. Satria Muda Pertamina Bandung memastikan tempat di final IBL All Indonesian 2026 setelah mengalahkan Pelita Jaya Jakarta dengan skor 69-65. Duel semifinal yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/10/2026), menghadirkan persaingan ketat hingga kuarter terakhir.
Satria Muda memang keluar sebagai pemenang, tetapi Pelita Jaya tidak memberikan tiket final secara cuma-cuma. Kedua tim terus bergantian menguasai pertandingan, bahkan Pelita Jaya sempat memimpin saat turun minum. Pada akhirnya, ketenangan Satria Muda dalam menjaga keunggulan menjadi pembeda.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena mempertemukan dua juara IBL All Indonesian edisi sebelumnya. Pelita Jaya merupakan kampiun 2024, sedangkan Satria Muda merebut gelar pada 2025. Pertemuan kali ini sekaligus memastikan salah satu mantan juara harus mengakhiri perjalanan sebelum partai puncak.
Empat Angka yang Bikin Jantung Berdebar
Sejak awal, Satria Muda berusaha mengendalikan permainan melalui serangan menuju area pertahanan lawan. Pelita Jaya merespons dengan pertahanan ketat dan terus menempel perolehan angka. Kuarter pertama berakhir dengan keunggulan tipis Satria Muda, 19-17.
Persaingan semakin panas pada kuarter kedua ketika Pelita Jaya berhasil membalikkan keadaan. Tim asal Jakarta itu unggul 35-34 saat kedua kesebelasan memasuki jeda pertandingan. Selisih satu angka menunjukkan betapa sedikit ruang kesalahan yang tersedia bagi para pemain.
Selepas istirahat, Satria Muda kembali menemukan ritme permainan dan merebut keunggulan 57-55 pada akhir kuarter ketiga. Pelita Jaya belum menyerah dan terus berusaha mengejar pada sepuluh menit terakhir. Namun, pertahanan Satria Muda berhasil mempertahankan jarak hingga pertandingan ditutup dengan skor 69-65.
Abraham dan Dame, Duet Pembuka Pintu Final
Abraham Damar Grahita menjadi pencetak angka terbanyak Satria Muda dengan 21 poin. Penampilan tersebut mendapat dukungan penting dari Dame Diagne, yang menyumbangkan 19 poin. Jika digabungkan, keduanya menghasilkan 40 dari 69 angka kemenangan tim.
Kontribusi kedua pemain itu memperlihatkan pentingnya ketajaman serangan dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Namun, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah poin individual karena pertahanan juga berperan menahan kebangkitan Pelita Jaya. Satria Muda berhasil menggabungkan produktivitas pemain utamanya dengan disiplin menjaga keunggulan.
Bagi Pelita Jaya, kekalahan empat angka tentu terasa mengecewakan setelah sempat memimpin pertandingan. Mereka mampu menjaga persaingan tetap terbuka, tetapi gagal membalikkan keadaan pada menit-menit akhir. Dalam pertandingan eliminasi, selisih sekecil apa pun tetap cukup untuk mengakhiri perjalanan sebuah tim.
Final Menanti, Juara Bertahan Belum Selesai
Satria Muda kini kembali memiliki kesempatan mempertahankan gelar IBL All Indonesian. Sebelum semifinal, tim tersebut menyapu bersih empat pertandingan penyisihan Grup A. Mereka mengalahkan Bogor Hornbills, RANS Simba Bogor, Rajawali Medan, dan Pacific Caesar Surabaya.
Lawan Satria Muda di final akan ditentukan melalui semifinal lainnya yang mempertemukan Dewa United Banten dan Bogor Hornbills. Partai puncak dijadwalkan berlangsung Minggu (1/11/2026) di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor. Pada saat laporan semifinal pertama diterbitkan, pemenang pertandingan kedua belum dikonfirmasi.
IBL All Indonesian menjadi kesempatan bagi para pemain lokal untuk memperlihatkan kemampuan mereka tanpa bergantung pada pemain asing. Bagi Satria Muda, kemenangan atas Pelita Jaya menunjukkan kemampuan menghadapi tekanan dalam pertandingan besar. Kini pekerjaan mereka tinggal satu: memenangkan final, karena tampil sebagai juara bertahan tidak otomatis membuat trofi kembali ke lemari.(*)