Sabtu, 10 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Ratu Thailand Terbangkan Sendiri Jet Tempur Gripen

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Ratu Thailand Terbangkan Sendiri Jet Tempur Gripen
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM - Ratu Thailand mencatat pengalaman baru dalam dunia penerbangan militer setelah menjalani penerbangan solo menggunakan jet tempur JAS 39 C Gripen di Provinsi Surat Thani, Thailand selatan, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam penerbangan tersebut, Ratu mengendalikan pesawat tempur berkursi tunggal tanpa didampingi pilot lain di dalam kokpit.

Berdasarkan informasi yang dilaporkan Bangkok Post, kegiatan penerbangan berlangsung di Wing 7, Distrik Phun Phin. Sebelum agenda penerbangan dimulai, Ratu menyambut Raja Thailand yang tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Keduanya kemudian menghadiri pengarahan untuk membahas rencana serta persiapan penerbangan.

Setelah menerima penjelasan, pasangan kerajaan tersebut menuju area parkir pesawat JAS 39 C Gripen. Ratu selanjutnya memeriksa kondisi pesawat sebelum bergerak menuju landasan pacu 22 untuk melakukan lepas landas.

Ratu thailand terbangkan sendiri jet tempur Gripen itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan panjang Ratu di dunia penerbangan. Setelah menyelesaikan penerbangannya, Raja Thailand memberikan sebuket bunga dan Gripen Order Golden Patch sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut.

Perjalanan Panjang Ratu Thailand di Dunia Penerbangan

Pengalaman Ratu Thailand sebagai penerbang telah dimulai sejak 13 Mei 2010. Pada kesempatan tersebut, ia menerbangkan pesawat Cessna T-41D yang dioperasikan Armada 604 di Wing 6, Bangkok.

Sejak penerbangan pertamanya, Ratu telah mengumpulkan pengalaman terbang dengan berbagai tipe pesawat. Total waktu terbangnya tercatat mencapai 1.188,48 jam, mencakup pesawat latih, pesawat bermesin tunggal, pesawat bermesin ganda, hingga pesawat komersial.

Pengalaman tersebut meliputi 315,33 jam menggunakan Cessna T-41, 38,35 jam dengan CT-4E Airtrainer, 105,59 jam menggunakan Pilatus PC-9, dan 98,40 jam bersama Mooney M20M.

Selain pesawat-pesawat tersebut, Ratu juga memiliki pengalaman menerbangkan Piper PA-34 Seneca selama 137,50 jam. Jam terbangnya menggunakan pesawat Boeing 737-400 tercatat sebanyak 27,09 jam, sedangkan Boeing 737-800 mencapai 453,11 jam.

Dalam kategori pesawat tempur Gripen, Ratu sebelumnya telah menghabiskan 10,13 jam terbang menggunakan Saab JAS 39D Gripen. Berbeda dengan JAS 39 C yang digunakan dalam penerbangan solo tersebut, varian JAS 39D memiliki dua tempat duduk.

Pernah Mendampingi Raja dalam Penerbangan Kerajaan

Sebelum menjalani penerbangan solo dengan jet tempur, Ratu Thailand juga beberapa kali bertugas sebagai kopilot bagi Raja dalam perjalanan udara untuk keperluan kerajaan. Penerbangan tersebut mencakup perjalanan di dalam Thailand maupun kunjungan ke luar negeri.

Salah satu pengalaman yang pernah menjadi perhatian adalah ketika pasangan kerajaan itu mendaratkan pesawat kerajaan di Bandara Paro, Bhutan, pada April tahun sebelumnya. Bandara tersebut dikenal memiliki tantangan tersendiri bagi penerbang karena lokasinya berada di kawasan pegunungan dengan kondisi geografis yang kompleks.

Rangkaian pengalaman itu memperlihatkan bahwa penerbangan solo menggunakan Gripen berlangsung setelah Ratu memiliki jam terbang dengan beragam jenis pesawat. Meski demikian, penerbangan menggunakan pesawat tempur berkursi tunggal tetap menjadi pengalaman berbeda dibandingkan menerbangkan pesawat sipil atau pesawat dengan dua tempat duduk.

Penerbangan pada 8 Oktober 2026 tersebut menambah catatan perjalanan Ratu Thailand di bidang penerbangan, sekaligus menunjukkan luasnya pengalaman yang telah dikumpulkan selama lebih dari satu dekade sejak pertama kali menerbangkan pesawat pada 2010.

Komentar (0)