Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking News
Hiburan & Selebriti

Profil Raline Shah: Runner-up Puteri Indonesia yang Tinggalkan Kursi Pejabat

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Profil Raline Shah: Runner-up Puteri Indonesia yang Tinggalkan Kursi Pejabat
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Nama Raline Shah kembali ramai diperbincangkan publik, Selasa (13/10/2026), setelah ia resmi mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Keputusan ini menutup babak hampir dua tahun pengabdiannya di lingkungan pemerintahan, sekaligus membuka kembali sorotan pada perjalanan panjang sang aktris sejak dunia pentas kecantikan hingga layar lebar. Sosoknya yang multitalenta, mulai dari model, aktris, penyanyi, hingga pengusaha, membuat kiprahnya selalu menarik diikuti publik Indonesia.

Raline Rahmat Shah lahir di Jakarta pada 4 Maret 1985, putri dari pengusaha asal Sumatera Utara sekaligus mantan senator MPR dan anggota DPD, Rahmat Shah, serta Roseline Abu yang dikenal aktif di kegiatan sosial. Masa kecilnya dihabiskan antara Jakarta dan Medan, sebelum keluarganya memindahkannya ke Johor Bahru, Malaysia, pada 1998. Di sana ia menempuh pendidikan menengah di sekolah berasrama Kolej Tuanku Ja’afar, tempat bakatnya di bidang seni peran dan kepemimpinan mulai terasah lewat berbagai produksi teater sekolah.

Jenjang pendidikan tingginya berlanjut di National University of Singapore (NUS), tempat ia meraih gelar sarjana ganda di bidang Ilmu Politik serta Media Baru dan Komunikasi pada 2007. Latar belakang akademik inilah yang kelak disebut berbagai media turut melandasi kepercayaan diri Raline saat diminta mengisi posisi strategis di kementerian pemerintahan, puluhan tahun setelah ia lulus. Selama kuliah, ia pun sempat aktif sebagai vokalis klub jazz kampus dan tampil di ajang seni internasional.

Dari mahkota kecantikan ke panggung sinema
Karier publik Raline mulai menanjak setelah ia mewakili Sumatera Utara di ajang Puteri Indonesia 2008 dan meraih gelar 3rd Runner-up, lengkap dengan predikat Puteri Indonesia Favorit hasil pilihan masyarakat. Modal pengalaman sebagai model paruh waktu di Singapura sejak 2004 turut membentuk fondasi kariernya di dunia hiburan. Dari sinilah namanya mulai dilirik berbagai rumah produksi dan merek ternama.

Debut akting layar lebarnya terjadi pada 2012 lewat film 5 cm, adaptasi novel karya Donny Dhirgantoro yang sukses besar dengan 2,4 juta penonton. Tiga tahun berselang, perannya dalam Surga Yang Tak Dirindukan (2015) mengantarkannya meraih penghargaan Peran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Bandung, sekaligus nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia. Kariernya terus meluas hingga ke industri hiburan Malaysia lewat film aksi Polis Evo 2 (2018), serta berbagai pertunjukan teater musikal di Tanah Air.

Di luar akting, Raline juga dikenal luas lewat perannya di dunia usaha dan filantropi. Ia pernah menjabat direktur independen Indonesia AirAsia sejak 2017, mendirikan kedai kopi Kisaku bersama kerabat dan sahabatnya, serta aktif membangun yayasan kemanusiaan seperti Rumah Harapan Indonesia dan Yayasan Tunas Bakti Nusantara yang berfokus pada pendidikan dan kesehatan di wilayah tertinggal Indonesia. Rekam jejak lintas bidang inilah yang kemudian membawanya dilantik sebagai Staf Khusus Menkomdigi pada Januari 2025, mengemban tugas memperkuat kemitraan global dan edukasi digital, termasuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 soal perlindungan anak di ruang digital.

Mundur dari kursi pejabat, kembali ke panggung hiburan
Keputusan Raline mengakhiri masa tugasnya di Komdigi disampaikan lewat keterangan resmi yang menekankan pertimbangan komitmen personal dan profesional yang terus berkembang, termasuk keberlanjutan kariernya di dunia hiburan. Ia menyebut pengalaman mengabdi di pemerintahan sebagai babak yang sangat berarti dalam hidupnya, namun merasa kini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke tahap profesional berikutnya. Raline turut menyampaikan terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid atas kepercayaan yang diberikan selama menjabat.

Meutya Hafid sendiri merespons positif keputusan tersebut, menegaskan pihaknya mengapresiasi kontribusi Raline selama bertugas sekaligus menghormati langkahnya melanjutkan perjalanan profesional di luar pemerintahan. Meski resmi mundur efektif 13 Oktober, Raline dikabarkan tetap membantu proses transisi tanggung jawab agar program dan kegiatan yang masih berjalan di kementerian tidak terganggu. Proyek hiburan selanjutnya yang akan digarapnya belum diungkap secara spesifik ke publik.

Yang dinanti publik
Proyek seni peran atau bisnis baru yang akan digeluti Raline Shah usai mundur dari Komdigi masih dinanti publik, mengingat ia belum merinci rencana konkret ke depan. Sosok pengganti yang akan mengisi posisi Staf Khusus Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital juga layak terus diikuti, mengingat posisi itu berkaitan erat dengan agenda transformasi digital pemerintah yang masih berjalan.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)