PIALA ASIA 2024: Historis! Korea Bisa Dikalahkan

ANDAIKAN Park Byung-chul dan Cho Dong-yun, masih ada. Mungkin akan waswas membayangkan perempat final Piala Asia U-23, di Qatar, Kamis (25 April 2024), besok. Korea Selatan versus Indonesia. Masih membayang, 18 Juni 1975, saat Tim berjuluk “Ksatria Taeguk” ini dilibas oleh Risdianto-Iswadi Idris dkk, dengan skor 2-3, dalam Turnamen Anniversary Cup 1975. Atau turnamen memperingati Ulang Tahun Kota Jakarta.

Saya yang hampir selalu hadir di Stadion Utama Senayan (GBK), pada setiap turnamen tahunan Anniversary Cup, merasakan betul ‘atmosfer’ itu. Prestasi Timnas yang ‘kinclong’, membuat GBK selalu penuh. ‘Antusiasme’ begitu “menggila”. Penonton 100.000, bahkan saat final Pre-Olimpiade1976, GBK ‘tumpahruah’, mencapai 120.000. saya menyaksikan langsung keriuhan itu.

Korea Selatan di era 1969-1977, selalu dihantui “rasa waswas saat mesti berhadapan dengan Timnas Indonesia. Park Byung-chul, salah satu bintang Korea dari turnamen ke turnamen Asia, merasakan betul kekalahan demi kekalahan yang menyakitkan. Setiap kali ikut turnamen dan ada Timnas Indonesia, nyaris Korsel “putus asa”.
Di Turnamen Merdeka Games 1969, Kuala Lumpur, lewat gol-gol Pemain Timnas: Jacob Sihasale, Soetjipto Suntoro, dan Abdul Kadir, Korea Selatan ‘diluluhlantakkan’ dengan skor 3-0. Kini, sejatinya, Witan Sulaeman, Marselino Ferdinand, Rizky Ridho, Justin Hubner, dan lainnya, tak perlu “rendah diri” berhadapan dengan Tim Dunia tersebut. Histori kehebatan “sang pendahulu” Timnas Indonesia, menjadi ‘stimulus’ dan vitamin pada babak Gugur besok melawan Korsel.

Baca Juga:   Paris Saint-Germain Dapatkan Manuel Ugarte dari Sporting CP

Saya sempat “termangu” dan seperti tengah bermimpi. Kala melihat Bek Tengah dan Kapten Kesebelasan Rizky Ridho. Begitu kokoh dan cerdas mempertahankan lini Pertahanan, saat digempur oleh Tim peringkat lebih tinggi, Jordania.

Gaya Rizky Ridho bermain, pikiran saya menerawang ke Kapten Kesebelasan Indonesia 1969-1974, Anwar Ujang. Posisi Anwar Ujang di Bek Tengah, nomor punggung 5, dan ketenangannya. Itu ‘tercetak’ dan ada pada Kapten Timnas Rizky Ridho. Subjektifitas saya mengatakan, Rizky Ridho adalah Reinkarnasi Anwar Ujang. Anwar Ujang merupakan talenta, yang berawal dari ‘Bond’ Persika Karawang, menjadi pilihan pelatih Timnas saat itu. Sama seperti Rizky Ridho yang selalu menjadi pilihan ‘Coach’ Shin Tae Yong saat ini.

Baca Juga:   Bus Pawai Timnas U-22 dan Juara Sea Games Mulai Jalan ke HI

Bola ‘tiki taka’: Rizky Ridho, Justin Hubner, Nathan Tjoa On, Marselino Ferdinand, Ivar Jenner, Arhan Pratama, ditambah mumpuninya Kiper Ernando Ari Sutaryadi. Membuat Timnas ini, tidak lagi bisa disejajarkan dengan Malaysia, atau Myanmar.

Malam ini, saya sengaja nonton pertandingan terakhir penyisihan Group antara Malaysia versus Kuwait. “Jauh dari rasa takabur’, cara bermain dan kematangan Timnas Indonesia tidak lagi sejajar dengan kedua Tim ini. Akurasi, ‘possesion ball’nya, tak berlebihan saya sebut, sepakbola modern. “Seperti tengah menonton Liga Inggris,”kata seorang teman. Shin Tae Yong secara fundamental. Telah merubah karakter dan kultur sepakbola Indonesia.
Nah! Melawan Korsel, bila cara bermain seperti saat berhadapan dengan Jordania (skor 4-1) kemarin. Tidak berlebihan, sebagai pemerhati sepakbola, saya optimistis. Indonesia bisa membuat sejarah “paling mengejutkan”. Menumbangkan Korsel, sekaligus meraih tiket ke Olimpiade Paris.

Baca Juga:   Jadwal Siaran Langsung Pink Spiders vs Red Sparks: Penentuan Leg Ketiga Playoff Liga Voli Korea

Dari catatan saya, Timnas Indonesia pernah mengalahkan Timnas Korsel tahun 1972 dengan skor 5-2. Salah satu gol diciptakan oleh Kapten Timnas Iswadi Idris, setelah mengecoh bek Korsel Choi Jee-mo. Kedigdayaan Timnas Indonesia terhadap Korsel, berlanjut tahun 1974. Dalam final Anniversary Cup ke-V, Andi Lala dkk, menumbangkan Korea Selatan 2-1. Dalam Turnamen ini pula (1974), Timnas Jepang kalah 3-0 dari Timnas Indonesia, yang saat itu dilatih oleh Duet: Wiell Corver & Wim Hendrik.

Tentunya doa saya, doa Anda, dan doa seluruh rakyat Indonesia. Tidak akan sia-sia. Rizky Ridho dkk, bisa mengalahkan Korea, sekaligus meraih jatah tiga besar Asia. Dan, otomatis lolos ke Olimpiade Paris.*

Ditulis Oleh: Sabpri Piliang
WARTAWAN SENIOR

Loading