Peringati Kematian Ayahnya: Kim Jong Un Larang Warga Korea Utara Tertawa 11 Hari

Berikut ini kami sampaikan informasi tentang Peringati Kematian Ayahnya: Kim Jong Un Larang Warga Korea Utara Tertawa 11 Hari sebagai berikut:

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memperingati 10 tahun kematian ayahnya Kim Jong-il. Pemerintah pun memaksa penduduk untuk merayakan masa berkabung selama 11 hari.

Dilansir dari Radio Free Asia, menurut seorang penduduk di Kota Sinuiju, selama 11 hari warga dilarang menunjukkan kegiatan apapun di depan umum. “Selama masa berkabung, kami tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi,” ujar seorang penduduk kota di perbatasan timur laut Sinuiju, di seberang Sungai Yalu dari Dandong China.

Baca Juga:   Inilah 15 Negara-Negara Paling Siap Untuk Hadapi Perang Dunia ke III

Sumber itu mengatakan bahwa belanja bahan makanan juga dilarang. “Dulu banyak orang yang tertangkap karena minum atau mabuk selama masa berkabung. Mereka diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi,” kata sumber tersebut.

Aturan keras ini tetap berlaku meski ada anggota keluarga yang meninggal. “Jika anggota keluarga Anda meninggal selama masa berkabung, Anda tidak boleh menangis dengan keras. Jenazahnya harus dibawa keluar setelah selesai. Orang-orang bahkan tidak bisa merayakan ulang tahun sendiri di masa berkabung,” kata sumber tersebut.

Baca Juga:   100 Negara Teraman Untuk COVID-19: Data Terbaru

Kim Jong Il adalah ayah dari Kim Jong Un. Ia memerintah sejak ayahnya Kim Il Sung meninggal pada 1994 hingga 2011. Setelah Kim Jong Il meninggal, dia digantikan oleh anaknya Kim Jong Un hingga sekarang.

Pemerintahan Kim Jong Il merupakan salah satu periode tergelap dalam sejarah Korea Utara. Terjadi bencana kelaparan pada 1994-1998, yang menewaskan jutaan warga negara itu.

Pada masa berkabung, pemerintah Korea Utara juga mengerahkan polisi untuk mewaspadai penduduk yang tidak terlihat berduka. “Mulai hari pertama Desember, mereka akan memiliki tugas khusus untuk menindak orang-orang yang merusak suasana berkabung kolektif,” kata seorang penduduk di provinsi barat daya Hwanghae Selatan kepada Radio Free Asia.

Baca Juga:   Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon dan Tewaskan 78 Orang

Perusahaan-perusahaan milik negara di Korea Utara dan juga diperintahkan menjaga orang-orang yang kelaparan selama masa berkabung. “Ketertiban dan keamanan sosial harus dipastikan, sehingga perusahaan bertanggung jawab mengumpulkan makanan untuk diberikan kepada warga dan karyawan yang tidak bisa masuk kerja karena kekurangan pangan,” kata sumber tersebut.

Sumber: Tempo.co

 186 total views,  2 views today