Selasa, 13 Oktober 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

Perdagangan IHSG 13 Oktober 2026 Melemah, Wall Street Beragam

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Perdagangan IHSG 13 Oktober 2026 Melemah, Wall Street Beragam
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Perdagangan IHSG 13 Oktober 2026 dibuka melemah setelah aksi jual pada Senin belum sepenuhnya mereda. Indeks Harga Saham Gabungan turun 21,27 poin atau 0,36 persen ke level 5.914,98 pada pembukaan Selasa.

IHSG sempat bergerak pada rentang 5.888,18 hingga 5.915,00 pada menit-menit awal. Tekanan kemudian meluas sehingga indeks tertekan hingga level terendah 5.881,75. 

Pada pukul 09.50 WIB, IHSG semakin melemah 0,84 persen ke level 5.886. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih berada di bawah tekanan setelah Senin ditutup anjlok 2,59 persen ke 5.936,15. 

Wall Street Ditutup Beragam
Wall Street menutup perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, dengan arah yang beragam. Dow Jones Industrial Average naik 195,60 poin atau 0,38 persen ke level 51.850,55. 

S&P 500 melemah tipis 0,06 persen ke level 7.807,24. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,44 persen ke 27.245,90 karena saham teknologi tertekan. 

Pelemahan Nasdaq dipicu lonjakan harga minyak hampir US$2 per barel setelah terjadi serangan terhadap bandara di Arab Saudi. Kondisi tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi global. 

Investor juga menunggu data inflasi CPI Amerika Serikat dan laporan keuangan bank besar. Kedua faktor tersebut dapat menentukan arah kebijakan Federal Reserve serta sentimen pasar saham global pekan ini. 

Tekanan pada Saham Indonesia
IHSG membuka sesi dengan 135 saham menguat, 324 saham melemah, dan 207 saham stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan minat beli. 

Volume perdagangan pada awal sesi mencapai 1,581 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp382,78 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 65.039 kali. 

Kapitalisasi pasar berada di level Rp10.369,30 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pasar sudah berjalan, tetapi arah indeks masih tertekan oleh sentimen eksternal dan pelemahan pada saham berbobot besar. 

Saham Astra International (ASII) menjadi salah satu saham yang perlu dipantau. Pergerakan saham otomotif dan manufaktur dapat memengaruhi arah indeks karena bobotnya yang cukup besar. 

Rupiah dan Komoditas Tetap Sorotan
Rupiah dibuka melemah 12,10 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.892,80 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.880,70. 

Pelemahan rupiah menambah tekanan pada saham dengan kewajiban dolar dan kebutuhan impor. Kondisi ini juga berpotensi membatasi minat investor asing terhadap aset domestik. 

Harga minyak dunia masih menjadi faktor risiko utama. Lonjakan minyak akibat gangguan pasokan dapat mendorong inflasi impor dan menekan daya beli konsumen. 

Investor perlu memantau pergerakan emas, minyak, dan komoditas lainnya. Aset lindung nilai seperti emas dapat menguat ketika ketidakpastian global meningkat, sementara saham energi berpotensi bergerak dua arah mengikuti harga komoditas. 

Proyeksi Sesi Hari Ini
IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan tertekan selama berada di bawah level 5.900. Area tersebut kini menjadi resistance penting setelah indeks gagal bertahan di atasnya. 

Area support terdekat berada di sekitar 5.880–5.885. Jika level tersebut berhasil dipertahankan, peluang rebound teknikal menuju 5.900–5.936 masih terbuka. 

Namun, pelemahan lanjutan dapat terjadi jika rupiah semakin melemah dan tekanan jual investor asing berlanjut. Investor perlu memantau pergerakan saham perbankan, energi, dan teknologi sebagai penentu utama arah indeks.(*) 

Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

Komentar (0)