Penutupan IHSG 2 November 2026 Rebound dari Bawah 5.000
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Penutupan IHSG 2 November 2026 menunjukkan pemulihan setelah indeks sempat tertekan di bawah level psikologis 5.000. IHSG berbalik menguat 0,95 persen ke level 5.105,20 pada penutupan sesi pertama.
IHSG dibuka melemah 0,35 persen ke level 5.039,54. Tekanan jual kemudian mendorong indeks turun hingga posisi terendah 4.981,52 sebelum pembelian mulai kembali masuk.
Pemulihan tersebut membawa IHSG kembali ke atas 5.100. Indeks sempat mencapai posisi tertinggi 5.125,74 sebelum ditutup di area 5.105 pada jeda siang.
Rebound Setelah Tekanan Pekan Lalu
Pemulihan IHSG terjadi setelah indeks mengalami koreksi tajam pada pekan sebelumnya. IHSG ditutup turun 7,03 persen ke level 5.057,05 pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Tekanan pada pekan lalu dipicu oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp4,1 triliun secara kumulatif. Investor juga masih mencerna dampak keluarnya saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari IHSG.
Rebound Senin menunjukkan minat beli mulai kembali pada saham-saham yang valuasinya dinilai menarik setelah koreksi. Namun, keberlanjutan penguatan masih perlu dikonfirmasi oleh volume transaksi dan arus dana asing.
Pasar juga merespons positif kepastian BEI bahwa keluarnya saham HSC dari IHSG tidak mengubah level dasar indeks. Bobot saham yang dikeluarkan dialokasikan kembali ke saham lain dalam indeks.
Arus Dana Asing Masih Negatif
Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatat penjualan bersih Rp342,08 miliar pada sesi pertama. Nilai pembelian investor asing tercatat Rp2,21 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp2,55 triliun.
Tekanan arus keluar modal asing masih menjadi risiko utama bagi keberlanjutan rebound. Pada pekan sebelumnya, investor asing mencatat penjualan bersih kumulatif sebesar Rp4,20 triliun.
Saham BBRI, TLKM, AMMN, PTBA, dan TINS menjadi beberapa saham yang paling banyak dilepas investor asing pada akhir pekan lalu. Tekanan pada saham berbobot besar tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.
Investor perlu memantau apakah aksi jual asing mereda pada sesi kedua. Jika arus dana asing berbalik positif, peluang IHSG bertahan di atas 5.100 akan semakin besar.
Indikator yang Harus Diperhatikan
Level 5.000 menjadi area psikologis yang penting. Selama IHSG bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan menuju 5.105–5.125 masih terbuka.
Area support terdekat berada di sekitar 4.981–5.000. Penembusan ke bawah level tersebut dapat memperbesar risiko pelemahan lanjutan.
Investor juga perlu memantau pergerakan rupiah, harga minyak, dan arus dana asing. Ketiga faktor tersebut akan menentukan apakah rebound dapat berlanjut atau hanya bersifat sementara.
Saham perbankan, energi, telekomunikasi, dan komoditas kemungkinan tetap menjadi penentu arah IHSG. Pergerakan saham berbobot besar tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.(*)
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.