Pengungsi Kebakaran Penjaringan Ditampung di Musala, 500 Warga Terdampak
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Pengungsi kebakaran Penjaringan, Jakarta Utara, ditampung sementara di musala terdekat setelah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kertajaya IV, Selasa (13/10/2026). Sekitar 500 warga terdampak dalam peristiwa yang menghanguskan kurang lebih 150 rumah tersebut.
Kebakaran itu menewaskan dua orang. Sementara itu, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab pasti peristiwa tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Penampungan sementara menjadi langkah awal untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah kelurahan juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan warga terdampak.
Ratusan Warga Terdampak Kebakaran
Berdasarkan pendataan awal, kebakaran berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga atau 500 jiwa. Sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan tempat berlindung sementara.
Lurah Penjaringan, Makhrus Nugroho Darojat, menyampaikan bahwa musala terdekat digunakan sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga terdampak.
Selain tempat berlindung, para penyintas membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, pakaian, perlengkapan tidur, hingga layanan kesehatan.
Anak-anak, lansia, dan keluarga yang kehilangan seluruh harta benda juga memerlukan perhatian khusus selama berada di pengungsian.
Pemerintah kelurahan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Suku Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendukung penanganan warga.
Namun, jumlah pengungsi yang berada di musala, rincian bantuan yang telah disalurkan, dan kebutuhan lanjutan warga masih perlu dikonfirmasi melalui pembaruan resmi instansi terkait.
Dua Orang Meninggal Dunia
Kebakaran terjadi pada Selasa (13/10/2026). Petugas menerima laporan sekitar pukul 13.55 WIB.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, yakni seorang perempuan berusia 40 tahun dan seorang anak perempuan berusia 6 tahun. Keduanya dievakuasi ke rumah sakit di Jakarta Utara.
Seorang petugas pemadam kebakaran juga dilaporkan mengalami luka saat menjalankan tugas.
Untuk mengatasi kebakaran, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan 27 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 135 personel.
Petugas melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 16.20 WIB, kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Luas area terdampak diperkirakan mencapai 6.400 meter persegi. Kerugian material ditaksir sekitar Rp8,99 miliar berdasarkan laporan awal.
Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab
Petugas Gulkarmat menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Api diketahui warga ketika sudah membesar dan kemudian merambat ke bangunan di sekitarnya.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir. Penyebab pasti kebakaran perlu mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko kebakaran di permukiman padat penduduk, terutama ketika api cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain.
Pemeriksaan instalasi listrik, ketersediaan sarana pemadam awal, akses kendaraan pemadam, serta jalur evakuasi menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kebakaran.
Bagi warga yang terdampak, tantangan berikutnya adalah memulihkan kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal. Karena itu, kepastian bantuan dan penyediaan tempat tinggal sementara perlu menjadi perhatian pemerintah hingga kondisi warga berangsur pulih. (*)