Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Raffi Ahmad klarifikasi polemik deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut sebatas memenuhi undangan.
Pernyataan Raffi menjadi sorotan setelah deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 menuai polemik di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan penyelenggaraan acara, termasuk identitas peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Perbincangan semakin ramai setelah beredar video seorang peserta yang mengenakan jas almamater, tetapi tidak dapat menjelaskan identitas kampusnya dengan baik saat diwawancarai. Peserta tersebut kemudian mengaku bukan mahasiswa dan menyebut dirinya menerima bayaran untuk hadir.
Situasi itu memunculkan pertanyaan publik mengenai proses perekrutan peserta dan pelaksanaan deklarasi. Namun, polemik tersebut tidak serta-merta membuktikan keterlibatan Raffi dalam pengaturan peserta maupun penyelenggaraan acara.
Raffi Ahmad Tegaskan Hanya Diundang
Dalam klarifikasinya, Raffi menjelaskan bahwa dirinya menerima informasi mengenai kegiatan tersebut pada malam sebelum acara berlangsung. Ia menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan rangkaian kegiatan.
Raffi juga meminta agar kehadirannya dipahami sesuai dengan posisinya sebagai undangan. Dengan demikian, kehadirannya tidak bisa langsung diartikan sebagai keterlibatan dalam seluruh proses penyelenggaraan deklarasi.
Polemik tersebut menjadi perhatian karena deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 berlangsung sehari setelah aksi penyampaian aspirasi mahasiswa pada 28 Oktober 2026.
Perbedaan antara aksi mahasiswa dan deklarasi yang menjadi sorotan turut memunculkan diskusi mengenai representasi suara mahasiswa serta transparansi penyelenggaraan kegiatan.
Bantah Tudingan soal Kemunculan Merek
Selain menjelaskan status kehadirannya, Raffi Ahmad juga membantah tudingan bahwa dirinya mengatur kemunculan sebuah merek dalam kegiatan deklarasi tersebut.
Ia menyebut gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek itu telah terpasang sebelum acara berlangsung. Karena itu, Raffi membantah bahwa keberadaan atribut tersebut diatur olehnya.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di media sosial. Meski demikian, pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan atribut dan penyelenggaraan acara tetap perlu memberikan keterangan agar persoalan tersebut menjadi jelas.
Raffi Hormati Aspirasi Mahasiswa
Di tengah polemik deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi juga menyampaikan penghormatannya terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi. Ia menilai kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati.
Raffi menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik. Ia berharap perbedaan pandangan tidak menghalangi masyarakat untuk berdialog secara sehat dan mengedepankan fakta.
Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Langkah tersebut diperlukan agar perbincangan di media sosial tidak berkembang menjadi tuduhan yang belum terbukti.
Klarifikasi Raffi Ahmad menjadi bagian dari perbincangan publik mengenai deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI. Sementara itu, pertanyaan mengenai proses penyelenggaraan kegiatan tersebut perlu dijawab melalui keterangan pihak penyelenggara dan bukti yang dapat diverifikasi. (*)