Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

Pembukaan Wall Street 13 Oktober 2026 Beragam, Nasdaq Tertekan

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Pembukaan Wall Street 13 Oktober 2026 Beragam, Nasdaq Tertekan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

NEW YORK, BERITANOW.COM – Pembukaan Wall Street 13 Oktober 2026 berlangsung dengan arah yang beragam. Investor menahan diri menjelang rilis laporan keuangan bank besar dan data inflasi Amerika Serikat pekan ini.

Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average menguat 0,2 persen pada pra-pembukaan. Sebaliknya, kontrak S&P 500 melemah 0,1 persen, sedangkan kontrak Nasdaq 100 turun 0,6 persen karena saham teknologi masih tertekan. 

Sesi perdagangan reguler NYSE dan Nasdaq dibuka pukul 09.30 waktu New York atau sekitar pukul 20.30 WIB. Pasar obligasi Amerika Serikat tutup pada hari ini dalam rangka peringatan Columbus Day, sementara perdagangan saham tetap berjalan normal. 

Teknologi dan Chip Masih Tertekan
Saham teknologi menjadi kelompok yang paling tertekan pada pembukaan. Koreksi pada saham produsen chip memori melanjutkan pelemahan yang telah terjadi pada sesi sebelumnya. 

Nasdaq Composite pada penutupan Senin sudah turun 120,27 poin atau 0,44 persen ke level 27.245,90. Sementara itu, S&P 500 melemah tipis 0,06 persen ke 7.807,24. 

Tekanan pada sektor chip terjadi di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan belanja kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) belum sepenuhnya sebanding dengan pertumbuhan laba perusahaan. Investor kemudian mengurangi paparan pada saham teknologi bernilai tinggi. 

Pergerakan ini menunjukkan pasar masih dalam fase rotasi sektor. Dana cenderung bergerak dari saham pertumbuhan menuju saham bernilai, keuangan, dan industri yang valuasinya lebih terjangkau.

Bank Besar Jadi Fokus Utama
Musim laporan keuangan kuartal ketiga mulai memasuki tahap penting dengan rilis hasil bank-bank besar Amerika Serikat. Goldman Sachs merupakan salah satu emiten yang merilis laporan keuangan pada Selasa ini. 

Investor akan menilai pertumbuhan pendapatan bunga, kualitas kredit, dan panduan laba dari perusahaan perbankan. Hasil tersebut dapat menjadi indikator awal mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat dan daya tahan sektor keuangan.

Laporan bank besar juga berpotensi menentukan arah saham keuangan. Jika hasil dan panduan memuaskan, sektor perbankan berpeluang menjadi penopang indeks di tengah pelemahan teknologi.

Namun, kekhawatiran mengenai suku bunga tinggi dan risiko kredit masih membayangi. Investor kemungkinan akan bereaksi cepat terhadap perubahan panduan laba maupun kualitas aset perbankan.

Minyak dan Inflasi Tetap Menekan
Harga minyak dunia masih berfluktuasi dan menjadi salah satu faktor risiko utama. Lonjakan harga energi dapat mendorong inflasi serta menekan daya beli konsumen. 

Pasar kini menunggu data Consumer Price Index (CPI) September Amerika Serikat yang akan dirilis Rabu. Investor menilai angka inflasi dapat memengaruhi ekspektasi terhadap langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya. 

Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, tekanan pada saham pertumbuhan dan teknologi berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat membuat pasar menilai kembali kemungkinan suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Sebaliknya, data inflasi yang lebih moderat dapat memberikan kelegaan bagi pasar. Saham teknologi dan saham pertumbuhan berpotensi rebound apabila ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter meningkat.

Proyeksi Sesi Hari Ini
Wall Street diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Dow Jones berpeluang bertahan lebih kuat karena rotasi ke saham bernilai, sementara Nasdaq masih rentan tertekan oleh koreksi sektor teknologi. 

Investor perlu memantau hasil laporan bank besar, pergerakan harga minyak, dan data inflasi AS. Ketiga faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pasar dalam beberapa hari ke depan. 

Bagi bursa Asia dan pasar berkembang, arah Wall Street akan menjadi sentimen penting pada perdagangan berikutnya. Pergerakan dolar AS dan yield Treasury juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi arus modal global.(*)

Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

Komentar (0)