Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
MADRID, BERITANOW.COM — Derby Madrid berakhir panas. Atlético Madrid menundukkan Real Madrid 2-1 di Metropolitano, Minggu (20/9/2026), tetapi perhatian setelah pertandingan justru tersedot pada keputusan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias.
José Mourinho tak menutupi kemarahannya.
Pelatih Real Madrid itu bahkan membawa dua foto insiden pertandingan ke ruang konferensi pers. Sambil menunjukkan gambar tersebut, Mourinho menyebut Atlético seharusnya kehilangan dua pemain pada babak pertama.
Dua insiden yang dipersoalkan terjadi saat Cristian Romero melakukan pelanggaran terhadap Jude Bellingham dan Lee Kang-in melakukan tekel terhadap Federico Valverde.
“Mereka adalah dua kartu merah yang jelas,” kata Mourinho, seperti dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Mourinho juga mempertanyakan keputusan komite penunjukan wasit. Ia menilai pertandingan berubah drastis setelah Real Madrid justru harus bermain dengan 10 pemain.
Real Madrid Ditinggal Huijsen
Kontroversi semakin memanas pada menit ke-50.
Dean Huijsen dijatuhi hukuman penalti setelah pelanggaran terhadap Giuliano Simeone. Setelah mendapat rekomendasi VAR, Ortiz Arias meninjau tayangan ulang dan mengubah kartu kuning menjadi kartu merah.
Alejandro Grimaldo kemudian mengeksekusi penalti dan membawa Atlético unggul 1-0.
Unggul jumlah pemain, Atlético menggandakan keunggulan melalui Jonathan David pada menit ke-59. Real Madrid baru memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Antonio Rüdiger pada menit ke-89.
Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Mourinho Soroti VAR
Mourinho bukan hanya mengkritik keputusan di lapangan. Ia juga mempertanyakan peran VAR dalam dua insiden yang melibatkan Romero dan Lee Kang-in.
Dalam rekaman audio VAR yang kemudian dipublikasikan, intervensi pada insiden Romero dijelaskan berkaitan dengan kesalahan identifikasi pemain. Sementara itu, tidak ada audio VAR yang dipublikasikan untuk insiden Lee Kang-in terhadap Valverde.
Di sisi lain, Real Madrid secara resmi juga mengkritik kinerja Ortiz Arias dan menyebut pertandingan tersebut sangat dipengaruhi oleh keputusan wasit.
Pelatih Atlético Madrid Diego Simeone memilih meredam polemik. Ia meminta semua pihak menjaga rasa hormat terhadap wasit dan lebih menyoroti performa timnya dalam menghadapi Real Madrid.
Derby Madrid pun meninggalkan dua cerita: kemenangan Atlético dan kontroversi yang belum selesai di ruang publik.