Mengungkap Arti Lampu-lampu Indikator Mobil, Panduan Penting bagi Pengemudi

Ada banyak indikator di panel instrumen dasbor di hadapan pengemudi. Memahaminya penting buat mengerti kondisi mobil secara langsung dan perlu diingat juga jika indikator menyala bukan berarti ada masalah.

Rupa, bentuk, warna dan lokasi indikator bisa jadi beda-beda di setiap mobil tergantung merek. Namun umumnya indikator ini punya fungsi yang tak jauh berbeda sama.

Indikator pintu terbuka

Sering kali saat masuk kabin, penumpang lupa menutup pintu dengan rapat sempurna. Bila hal itu terjadi maka lampu indikator ini bakal menyala. Fungsi indikator ini berguna

untuk keamanan dan keselamatan, terutama pada pintu belakang atau bagasi yang tidak mudah dipantau. Pada beberapa mobil modern, indikator semakin detail sebab informasinya menunjukkan pintu sebelah mana yang belum tertutup rapat.

Indikator Sabuk Pengaman

Jika lampu indikator ini berkedip, maka menandakan ada sabuk pengaman penumpang yang belum terpasang saat mobil melaju. Awalnya peringatan berupa sinyal lampu, namun bila sabuk pengaman tetap tidak terpasang sementara mobil terus melaju bakal diikuti peringatan bunyi.

Umumnya, indikator ini hanya diberikan untuk pemakaian sabuk pengaman penumpang di baris pertama kendaraan. Meski begitu beberapa model sudah meliputi seluruh sabuk pengaman penumpang.

Baca Juga:   Cara Mudah Membaca Kode Produksi Ban Motor untuk Mengetahui Umur dan Keasliannya

Indikator rem parkir

Jika menyala tandanya rem parkir sedang aktif untuk menjaga posisi mobil tetap diam misalnya saat parkir. Pastikan simbol ini tidak menyala saat mobil bergulir sebab bisa menghambat kecepatan dan mengurangi masa pakai rem.

Indikator airbag

Indikator ini tentunya berhubungan dengan fitur keselamatan pasif kantong udara (airbag). Pada saat kunci diputar ke posisi on, indikator ini akan menyala sebentar kemudian mati untuk menunjukkan sistem telah mengecek kondisi airbag normal.

Indikator cek mesin

Indikator ini bisa berwarna merah atau kuning, jika menyala lama menandakan ada masalah pada area mesin dan sekitarnya.

Meski begitu indikator ini tidak spesifik menyatakan area mana yang bermasalah, indikasinya masalah bisa saja enteng seperti lupa tutup penutup tangki bensin hingga berat misalnya kerusakan piston.

Biar lebih jelas, segera bawa mobil ke bengkel yang mengerti pengecekan komputer mobil untuk mendapatkan informasi lebih jelas.

Indikator temperatur mesin

Fungsi dari indikator ini memberi tahu pengemudi kondisi panas mesin. Pada temperatur kerja normal mesin, indikator akan menunjukkan setengah ukuran. Lebih dari itu berarti mesin sedang kepanasan dan perlu lebih diperhatikan.

Baca Juga:   Cara Bongkar Pasang Ban Mobil dengan Tepat

Bila kejadian indikator menunjukkan mesin terlalu panas, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mematikan AC, lampu-lampu, dan sistem hiburan.

Jika ingin menambahkan cairan pendingin, perlu diingat jangan langsung membuka penutup radiator walau mesin mati. Setidaknya, tunggu 30 menit hingga suhu radiator lebih dingin agar cairan panas serta uap tidak menyembur saat penutup dibuka.

Indikator Antilock Braking System (ABS)

Indikator ini mirip indikator rem tangan, namun di bagian tengahnya biasa tertulis ‘ABS’ sebagai pembeda. Jika indikator ini menyala berarti ada kemungkinan terjadi kerusakan pada sistem mekanis rem atau komponen elektronik ABS.

Indikator tekanan ban

Indikator ini bakal menyala bila tekanan udara pada salah satu atau beberapa ban berkurang. Pada model tertentu dengan teknologi lebih canggih, indikator seperti ini juga menerangkan kondisi terkini tekanan ban kendaraan secara langsung.

Perlu diingat, selain bisa menyebabkan boros bahan bakar, mengemudi dengan ban kempis bakal membuat komponen ban rusak permanen.

Indikator kontrol traksi

Indikator ini biasanya berupa gambar mobil dengan jalur bekas ban meliuk di bagian bawahnya. Fungsi traction control biasanya langsung aktif setelah mesin menyala, dalam kondisi ini indikator tidak menyala.

Baca Juga:   Penggunaan Air AC buat Isi Radiator, Apakah Aman?

Fitur ini bisa dimatikan pengemudi menggunakan tombol yang membuat indikatornya menyala.

Indikator oli

Kondisi volume oli pada mesin harus selalu stabil demi menjaga kesehatan dan performa mesin. Ada cara manual buat mengecek kondisi oli, yaitu menggunakan dipstick. Selain itu, pengemudi juga bisa memantau langsung lewat indikator oli. Bukan cuma soal volume, indikator oli juga menginformasikan soal temperatur dan tekanan.

Indikator baterai (aki)

Biasanya lambang indikator ini berbentuk kotak seperti baterai disertai gambar plus dan minus. Jika indikator ini menyala tandanya aki sedang bermasalah dan kemungkinan perlu diganti.

Indikator bahan bakar

Indikator yang biasanya bergambar pompa bensin ini memberi tahu pengemudi mengenai kondisi volume bahan bakar pada tangki. Ada dua jenis indikator seperti ini, yakni analog dan digital. Selain itu, tanda panah yang berada di dekatnya menandakan letak pintu tangki bahan bakar di sebelah kanan atau kiri. Paham soal hal ini bisa memudahkan saat pengisian di SPBU.

Loading