Martha Tilaar Wafat di Usia 89 Tahun, Ini Perjalanan Hidup Sang Pelopor Kosmetik Indonesia
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Martha Tilaar wafat pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun. Pendiri Martha Tilaar Group sekaligus pelopor industri kecantikan Indonesia ini meninggalkan perjalanan panjang dalam membangun bisnis kosmetik lokal, mulai dari salon sederhana di Menteng, Jakarta Pusat, hingga mengembangkan Sariayu sebagai salah satu merek kecantikan yang dikenal luas di Indonesia.
Kabar wafatnya Martha Tilaar menjadi duka bagi dunia kecantikan dan industri kosmetik nasional. Namanya dikenal luas melalui Sariayu, merek kecantikan lokal yang memadukan inspirasi tradisi Indonesia dengan pengembangan produk modern.
Martha meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah keluarga di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Hingga berita tersebut diterbitkan, jadwal dan lokasi pemakaman belum ditetapkan.
Berawal dari Dunia Pendidikan
Martha Tilaar lahir pada 4 September 1937. Sebelum dikenal sebagai pengusaha kosmetik, ia menempuh pendidikan di bidang keguruan dan meraih gelar sarjana pendidikan dari IKIP Jakarta, yang kini menjadi Universitas Negeri Jakarta.
Ia sempat bekerja sebagai guru. Perjalanan hidupnya kemudian membawanya ke Amerika Serikat pada 1960-an, mengikuti suaminya, Henry A. Rudolf Tilaar, yang melanjutkan pendidikan di negara tersebut.
Di Amerika Serikat, Martha mempelajari ilmu kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bekerja di sebuah salon kecantikan di lingkungan Universitas Indiana selama sekitar tiga tahun.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika ia kembali ke Indonesia dan mulai merintis usaha di bidang kecantikan.
Merintis Bisnis dari Garasi Rumah
Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak dimulai dari perusahaan besar. Pada 1970, ia membuka Martha Salon di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Usaha tersebut menjadi titik awal lahirnya bisnis kecantikan yang kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group.
Martha tidak hanya menawarkan layanan salon, tetapi juga mulai mengembangkan pendekatan kecantikan yang berakar pada tradisi Indonesia. Ia melihat potensi pengetahuan perawatan tubuh dan kecantikan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk pemanfaatan tanaman herbal dan bahan alami.
Pada 1972, ia membuka Martha Griya Salon di Menteng. Dari sinilah pengembangan layanan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal semakin diperkuat.
Langkah tersebut menunjukkan arah bisnis yang ingin dibangunnya: mengembangkan kecantikan Indonesia tanpa melepaskan akar budaya dan kekayaan alamnya.
Sariayu dan Upaya Mengangkat Kecantikan Nusantara
Tahun 1977 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Martha Tilaar. Pada tahun itu, ia bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto.
Perusahaan tersebut menjadi kendaraan untuk mengembangkan produk kosmetik dan perawatan kecantikan dalam negeri. Pada tahun yang sama, Sariayu diluncurkan sebagai merek kecantikan yang memadukan inspirasi tradisional dengan pengembangan produk modern.
Dalam mengembangkan Sariayu, Martha mempelajari manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta untuk memahami tradisi perawatan kecantikan perempuan Jawa. Ia juga melibatkan pengetahuan antropologi dan sejarah budaya agar pengembangan produknya tidak terlepas dari konteks tradisi Indonesia.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri khas bisnisnya. Bagi Martha, kekayaan budaya dan alam Indonesia bukan sekadar identitas, melainkan juga sumber inspirasi untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar.
Pada 1987, Sariayu mulai memperkenalkan tren warna yang terinspirasi dari budaya dan kekayaan alam berbagai daerah di Indonesia. Inisiatif ini memperkuat identitas merek tersebut sebagai produk kecantikan yang membawa unsur Nusantara.
Mengembangkan Industri dan Pendidikan Kecantikan
Bisnis Martha Tilaar terus berkembang melalui produksi kosmetik, distribusi, layanan salon, spa, dan pendidikan kecantikan.
PT Martina Berto membangun pabrik di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, pada awal 1980-an. Perusahaan kemudian mengembangkan berbagai merek, termasuk Biokos Martha Tilaar, Caring Colours, Belia, dan produk lain untuk segmen pasar yang berbeda.
Martha juga memberikan perhatian pada pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School. Langkah ini memperlihatkan bahwa kiprahnya tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan sumber daya manusia di bidang kecantikan.
Seiring perkembangannya, Martha Tilaar Group membangun sejumlah unit usaha yang mencakup produksi kosmetik, pendidikan kecantikan, salon, spa, serta kegiatan pendukung lainnya.
Perjalanan tersebut berlangsung melalui proses panjang, mulai dari salon sederhana hingga perusahaan yang memiliki berbagai lini usaha.
Pengakuan atas Kiprahnya
Kontribusi Martha Tilaar turut memperoleh pengakuan dari pemerintah dan berbagai lembaga.
Pada 2016, ia menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan budaya dan industri kecantikan Indonesia.
Perjalanan Martha juga memperlihatkan peran perempuan dalam dunia usaha. Ia membangun bisnis melalui keahlian, ketekunan, pemahaman terhadap pasar, serta kemampuan mengolah tradisi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Di tengah persaingan industri kosmetik yang semakin ketat, nama Martha Tilaar tetap melekat pada upaya mengembangkan merek lokal yang berangkat dari identitas Indonesia.
Meninggalkan Jejak dalam Industri Kecantikan Indonesia
Martha Tilaar meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah menjalani perjalanan panjang di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan kecantikan tradisional.
Kisah hidupnya memperlihatkan bagaimana usaha yang dimulai dari fasilitas sederhana dapat berkembang melalui pengetahuan, konsistensi, dan keberanian membangun identitas produk sendiri.
Dari garasi rumah di Menteng, Martha merintis usaha yang kemudian berkembang menjadi kelompok bisnis kecantikan. Melalui Sariayu dan berbagai lini usaha lainnya, ia turut mewarnai perjalanan industri kosmetik nasional.
Kepergiannya meninggalkan catatan penting tentang upaya mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan bisnis. Warisan tersebut tidak hanya berupa produk kecantikan, tetapi juga gagasan bahwa tradisi dan kekayaan alam Indonesia dapat menjadi fondasi bagi inovasi industri modern.
BeritaNow.com menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Martha Tilaar. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.