Lagi Ngetren! Mengenal Slow Living, Gaya Hidup yang Menenangkan dan Berkualitas

Istilah slow living tengah menjadi perbincangan orang akhir-akhir ini. Apa itu slow living?

Dunia akhir-akhir terasa bergerak cepat, bahkan terlalu cepat. Saat naik transportasi umum, orang-orang saling berebut masuk dan keluar. Naik tangga atau eskalator di stasiun KRL juga saling berdesakan. Semua orang terburu-buru, berjalan setengah berlari. Cepat dan mungkin terlalu cepat.

Melihat, merasakan, dan menjalaninya terasa melelahkan. Lari, bergerak, saling berebut setiap saat membuat tubuh dan pikiran jadi kewalahan. Akhirnya, orang mulai berpikir untuk menjalankan gaya hidup slow living.

Apa itu slow living?

Slow living atau menjalani kehidupan dengan lambat dan santai mungkin terdengar klise di era terburu-buru seperti saat ini. Tapi, melansir Purewow, Slow Living memiliki konsep tidak menyerah dengan kehidupan yang berjalan cepat, tapi memperlambat dan fokus pada hal-hal kecil yang biasanya diabaikan.

Baca Juga:   Kocak Maling di Pademangan Ketiduran di Rumah Kosong Saat Beraksi, Syok Dibangunin Polisi

Menjalani hidup slow living berarti lebih fokus pada rutinitas, menyediakan waktu untuk melakukan hobi yang benar-benar disukai, bahkan menikmati alam tanpa harus bersama telepon genggam, menjauh dari smartphone sementara waktu.

Inti dari slow living adalah menjalani dan melakukan semua hal yang membuat Anda merasa lebih baik. Dengan begitu banyak manfaat yang bisa Anda dapat, misalnya merasa lebih bahagia, tidak terlalu stres, dan hidup lebih damai.

Sebagaimana dijelaskan dalam Slow Living Idn, semuanya tergantung pada pola pikir bagaimana Anda ingin menjalani hidup yang lebih bermakna. Hal ini juga mencakup pemikiran tentang apa saja yang ingin Anda hargai dalam hidup.

Baca Juga:   Kuliah Malam S1 S2 Kesehatan Masyarakat Di Bekasi

Melalui pola pikir ini, Anda berarti mencoba melakukan segalanya dengan kecepatan yang tepat dan tidak terburu-buru. Slow living berfokus pada melakukan segala sesuatu dengan baik, bukan dengan cepat.

Anda bisa memprioritaskan waktu untuk hal yang benar-benar penting. Meskipun harus dilakukan dengan lambat dan lama tapi hasilnya sempurna.

Slow living tidak mengenal istilah sibuk sama dengan sukses. Slow living justru mengedepankan kualitas bukan kuantitas. Mereka yang menjalani hidup slow living menjalankannya dengan niat, sadar, dan telah mempertimbangkan berbagai hal yang harus dilalui.

Baca Juga:   Penelitian Ahli Harvard Ungkap Pekerjaan yang Paling Bikin Orang Menderita

Jika Anda masih bertanya apa itu slow living, singkatnya sama dengan mematikan autopilot dan memberi ruang merefleksi dan menjalani hidup dengan kesadaran penuh. Slow living berarti hidup lebih baik, bukan lebih cepat. Bukan tertinggal tapi mengedepankan prioritas dan kenyamanan.

Loading