Korona Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne

Berikut kami informasikan mengenai Korona Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne, sebagai berikut:

Pandemi Covid-19 belum selesai, di China kini terjadi wabah yang disebut dengan ‘tick-borne disease’. Wabah tersebut sudah menewaskan 7 orang dan menjangkit 60 orang, menurut laporan The Sun.

Global Times mencatat data lengkapnya, yaitu sekitar 27 orang terinfeksi virus yang disebabkan seekor kutu di Provinsi Anhui, dengan tujuh orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 37 pasien lainnya berasal dari Provinsi Jiangsu.

Wabah ‘tick-bones disease’ yang biasa disebut dengan Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) bukan hal baru di China. Sebab, peneliti China pernah menemukan kasus yang sama sebelumnya, tepatnya pada 2011. Meski wabah lama, menjadi catatan di sini adalah SFTS menular antarmanusia.

Baca Juga:   10 Keluarga Terkaya se-Asia, Ada dari Indonesia?

Ya, virus ini dapat berpindah dari satu manusia ke manusia lain, percis virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19. Tapi, ditegaskan Dokter dari rumah sakit afiliasi pertama di Universitas Zhejiang, Sheng Jifang, proses transfer virusnya bukan melalui droplet seperti Covid-19, melainkan lewat darah dan lendir yang terinfeksi.

Bagaimana gejala dari infeksi virus SFTS ini? Berkaca dari kasus pasien di ibu kota Jiangsu yang dirawat di rumah sakit selama sebulan, dia memperlihatkan tanda-tanda seperti demam tinggi, batuk, dan terjadi penurunan sel darah putih.

Baca Juga:   Video: Dramatis, Tentara Korea Utara Dihujani Tembakan saat Membelot ke Korsel

Sementara itu, wabah SFTS ini bukan hanya terjadi di China, tetapi Inggris pun mencatat terjadinya wabah yang menular lewat kutu tersebut. Menurut laporan The Guardian, kasus SFTS dua kali ditemukan di Inggris.

Dikatakan di sana, SFTS menyerang sistem saraf pusat. Kasus ini sangat jarang terjadi dan risiko terinfeksinya sangat rendah di Inggris. Public Health England (PHE) mengatakan, pasien SFTS kini tengah dirawat di rumah sakit.

PHE melanjutkan, dalam penelitiannya, SFTS kebanyakan tidak menunjukkan gejala, sekalipun menunjukkan gejala, seringkali ada dua fase dalam tubuh pasien.

Baca Juga:   100 Negara Teraman Untuk COVID-19: Data Terbaru

Fase pertama dikaitan dengan gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Untuk fase kedua, ini merupakan lanjutan dari fase pertama, jadi pasien akan mengalami meningitis, ensefalitis, bahkan kelumpuhan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai Korona Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne, semoga bermanfaat.