Sabtu, 31 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Kirmir Jebol di Cihampelas Bandung, Air Deras Masuk Rumah Warga

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Kirmir Jebol di Cihampelas Bandung, Air Deras Masuk Rumah Warga
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BANDUNG, BERITANOW.COM – Tembok penahan aliran air atau kirmir di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, mengalami kerusakan hingga jebol pada Jumat malam (30/10/2026). Insiden tersebut menyebabkan air meluap ke area sekitar dan masuk ke sejumlah rumah warga.

Peristiwa ini sempat membuat masyarakat di sekitar lokasi panik. Pasalnya, derasnya aliran air yang keluar dari bagian kirmir yang ambrol mengarah ke kawasan permukiman serta akses jalan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Rekaman peristiwa jebolnya kirmir Cihampelas kemudian menyebar luas melalui media sosial. Video tersebut memperlihatkan kondisi tembok penahan air yang rusak setelah tidak mampu menahan derasnya aliran sungai.

Kronologi Kirmir Jebol di Cihampelas Bandung
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula setelah wilayah Kota Bandung dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat malam.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut diduga membuat tekanan aliran air semakin besar sehingga struktur tembok penahan atau kirmir mengalami kerusakan.

Seiring meningkatnya tekanan air, bagian struktur kirmir akhirnya ambrol. Akibatnya, air sungai mengalir keluar dari jalurnya dan meluber menuju area di sekitarnya.

Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Cihampelas yang dikenal memiliki aktivitas masyarakat dan lalu lintas cukup padat. Kondisi ini membuat insiden tersebut menjadi perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas.

Air Meluap hingga Masuk ke Rumah Warga
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian dalam video viral adalah derasnya air yang masuk ke dalam rumah warga.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat air menerobos bagian tembok rumah setelah struktur di sekitar aliran sungai mengalami kerusakan. Aliran air yang masuk bahkan tampak menyerupai air terjun karena volumenya cukup deras.

Material bangunan dari tembok kirmir yang rusak juga terlihat berserakan dan terbawa arus. Situasi tersebut menggambarkan besarnya tekanan air ketika bagian penahan sungai tidak lagi mampu menahan aliran.

Warga yang berada di sekitar lokasi tentu harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan bertambahnya debit air apabila hujan kembali turun.

Selain berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dapat membahayakan bangunan yang berada dekat dengan aliran sungai.

Video Kirmir Roboh Menjadi Perhatian di Media Sosial
Peristiwa jebolnya tembok penahan air di Cihampelas semakin ramai diperbincangkan setelah video kejadian diunggah melalui akun media sosial warga.

Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi kirmir yang mengalami kerusakan serta air yang mengalir deras ke lingkungan sekitar. Tayangan air yang menerobos masuk ke rumah warga menjadi salah satu bagian yang paling banyak menarik perhatian pengguna media sosial.

Banyaknya perhatian terhadap kejadian ini membuat informasi mengenai kirmir jebol di Bandung menyebar dengan cepat.

Meski demikian, informasi mengenai jumlah rumah yang terdampak, kemungkinan korban, serta total kerugian material masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.

Kerusakan Kirmir Perlu Mendapat Penanganan
Jebolnya tembok penahan air menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur pengendali aliran sungai, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.

Struktur kirmir memiliki fungsi untuk membantu menahan tanah dan menjaga aliran air agar tidak mudah menggerus area di sekitarnya. Ketika bangunan tersebut mengalami kerusakan, risiko luapan air dan gangguan terhadap lingkungan permukiman dapat meningkat.

Pemeriksaan kondisi bangunan, penanganan bagian yang rusak, serta pemantauan debit air menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai juga diimbau untuk memperhatikan perubahan kondisi air, terutama ketika hujan deras berlangsung.(*)

Komentar (0)