Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
MEKSIKO CITY, BeritaNow.com — Dunia Formula 1 kini memiliki raja baru yang bahkan belum lama meninggalkan usia belasan tahun. Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, resmi menjadi juara dunia Formula 1 musim 2026 setelah finis ketiga dalam Grand Prix Meksiko, Minggu (1/11/2026) waktu setempat. Pada usia 20 tahun 68 hari, pembalap Italia itu memecahkan rekor juara dunia termuda yang selama 16 tahun dipegang Sebastian Vettel.
Kimi Antonelli juara F1 bukan karena memenangkan balapan terakhir tersebut. Max Verstappen justru menjadi pemenang GP Meksiko, diikuti Lewis Hamilton, sedangkan Antonelli mengamankan podium ketiga. Namun, hasil itu sudah cukup untuk memastikan gelar juara dunia pertamanya ketika empat seri masih tersisa.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena Antonelli baru menjalani musim keduanya di Formula 1. Ia juga mengakhiri penantian panjang Italia yang tidak memiliki juara dunia pembalap sejak Alberto Ascari pada 1953. Dalam waktu singkat, pembalap muda asal Bologna itu berubah dari pendatang baru menjadi pemegang rekor sejarah.
Anak Bologna yang Dibesarkan Dunia Balap
Andrea Kimi Antonelli lahir pada 25 Agustus 2006 di Bologna, Italia. Ia merupakan putra Marco Antonelli, mantan pembalap mobil sport yang juga berkecimpung dalam dunia balap. Kedekatan dengan olahraga otomotif membuat Kimi mengenal kompetisi sejak usia muda, sebelum berkembang melalui kejuaraan karting.
Mercedes mulai merekrutnya dalam program pengembangan pembalap junior pada 2019, ketika usianya baru 12 tahun. Keputusan itu menunjukkan betapa awalnya tim tersebut melihat potensi Antonelli. Pembinaan berkelanjutan kemudian menjadi salah satu fondasi perjalanan kariernya menuju Formula 1.
Prestasinya berkembang cepat setelah beralih dari karting ke mobil formula. Pada 2022, Antonelli menjuarai Formula 4 Italia dan ADAC Formula 4 Jerman, kemudian memenangkan Formula Regional Timur Tengah dan Eropa pada 2023. Ia bahkan langsung naik ke Formula 2 pada 2024 tanpa terlebih dahulu menjalani musim penuh Formula 3.
Menggantikan Hamilton, Kini Mengukir Sejarah
Antonelli menjalani debut Formula 1 bersama Mercedes pada musim 2025. Ia mengisi kursi yang ditinggalkan Hamilton setelah pembalap Inggris tersebut pindah ke Ferrari. Bagi seorang remaja, menggantikan salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah F1 tentu bukan tugas sederhana.
Musim pertamanya menjadi kesempatan mempelajari tekanan persaingan di level tertinggi. Antonelli mencatat podium pertamanya di GP Kanada dan mengakhiri musim 2025 pada peringkat ketujuh klasemen pembalap. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika Mercedes menghadapi musim berikutnya.
Pada 2026, perkembangannya berlangsung luar biasa. Antonelli mengumpulkan sembilan kemenangan Grand Prix dan memimpin persaingan gelar hingga tiba di Meksiko dengan keunggulan yang sangat besar. Ia hanya membutuhkan finis minimal kesembilan untuk mengunci gelar, tetapi berhasil naik podium ketiga.
Air Mata di Balik Helm Sang Juara
Balapan penentuan berlangsung selama 71 putaran di Autódromo Hermanos Rodríguez. Antonelli menghadapi gangguan jalannya lomba, termasuk penghentian sementara setelah kecelakaan Valtteri Bottas dan periode Safety Car menjelang akhir balapan. Meski demikian, pembalap Mercedes tersebut mampu mempertahankan hasil yang memastikan gelar.
Momen paling manusiawi justru datang menjelang garis finis. Antonelli mengaku menangis ketika menyadari impiannya menjadi juara dunia hampir terwujud, sampai pandangannya sempat terganggu oleh air mata. Ia mengenang perjalanan panjang sejak karting dan menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga serta Mercedes.
Rekor Antonelli melampaui Vettel yang menjadi juara dunia pada 2010 ketika berusia 23 tahun 134 hari. Pencapaian itu menempatkannya dalam jajaran pembalap yang mampu merebut gelar pada awal karier Formula 1. Namun, mempertahankan gelar pada musim berikutnya akan menjadi tantangan yang berbeda.
Gelar Pertama, Tantangan Belum Selesai
Keberhasilan Antonelli mencerminkan pentingnya pembinaan atlet sejak usia muda. Bakat, kesempatan mengikuti kompetisi, dukungan keluarga, dan pengembangan teknis tim menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju puncak. Tidak semua pembalap muda memiliki akses terhadap kesempatan tersebut.
Bagi Mercedes, gelar pembalap menjadi bukti keberhasilan mempertaruhkan kursi balap kepada talenta muda. Tim masih harus menyelesaikan persaingan kejuaraan konstruktor, sehingga pekerjaan sepanjang musim belum berakhir. Balapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Brasil pada 6–8 November 2026.
Antonelli kini memiliki gelar yang diimpikan hampir semua pembalap Formula 1. Namun, rekor usia muda tidak serta-merta menjamin dominasi selama bertahun-tahun. Dari Bologna menuju podium tertinggi dunia, perjalanan barunya justru dimulai ketika sebagian orang seusianya masih sibuk menentukan arah karier.(*)