Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
DETROIT, BeritaNow.com — Nama legenda tinju Muhammad Ali kembali bergema, kali ini bukan di arena pertandingan, melainkan dalam persaingan politik Amerika Serikat. Putri dan cucu mendiang juara dunia kelas berat itu menyatakan dukungan kepada Abdul El-Sayed, kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan Senat AS dari Michigan. Dukungan tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan keagamaan di Detroit, menjelang pemungutan suara pada 3 November 2026.
Al Jazeera melaporkan pada Senin (2/11/2026) bahwa Khaliah Ali-Wertheimer dan putranya, Jacob Ali-Wertheimer, menghubungkan dukungan mereka dengan warisan nilai Muhammad Ali. Keduanya memandang El-Sayed sebagai figur yang mencerminkan sebagian nilai yang diperjuangkan sang legenda. Pernyataan dukungan itu tidak berarti keluarga besar Ali secara keseluruhan memiliki pilihan politik yang sama.
Dukungan tersebut muncul ketika El-Sayed menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam perebutan kursi Senat Michigan. Menariknya, El-Sayed bukan mantan atlet ataupun tokoh olahraga, melainkan seorang profesional kesehatan masyarakat yang kemudian memasuki dunia politik. Perjalanan hidupnya menawarkan cerita berbeda dari pertarungan yang dahulu membuat nama Muhammad Ali mendunia.
Siapa Abdul El-Sayed?
Abdul El-Sayed merupakan politikus Amerika Serikat berlatar belakang kedokteran dan kesehatan masyarakat. Ia dibesarkan di Michigan dalam keluarga dengan akar keturunan Mesir. Sebelum mencalonkan diri sebagai senator, ia pernah memimpin departemen kesehatan Detroit dan Wayne County.
El-Sayed menempuh pendidikan sarjana di University of Michigan, memperoleh gelar kedokteran dari Columbia University, dan meraih doktor bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford sebagai penerima beasiswa Rhodes. Namun, ia tidak menyelesaikan pendidikan residensi untuk praktik kedokteran independen. Karier profesionalnya lebih banyak berfokus pada administrasi kesehatan, kebijakan publik, dan komunikasi kesehatan.
Pada 2018, El-Sayed mencoba menjadi gubernur Michigan melalui pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, tetapi gagal memperoleh nominasi. Ia kemudian aktif menulis, mengelola program diskusi, dan terlibat dalam berbagai kegiatan kebijakan kesehatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari profil politiknya sebelum kembali mengikuti pemilihan pada 2026.
Dari Program Kesehatan ke Perebutan Kursi Senat
Ketika memimpin pelayanan kesehatan masyarakat, El-Sayed terlibat dalam program pembagian kacamata bagi anak-anak serta penyediaan nalokson untuk mengurangi risiko kematian akibat overdosis opioid. Di Wayne County, ia juga mendorong program penghapusan utang medis warga. Bridge Michigan melaporkan program tersebut telah menghapus tagihan lebih dari 95 juta dolar AS bagi lebih dari 100.000 penduduk, meskipun belum mencapai sasaran awalnya.
Dalam kampanye Senat 2026, El-Sayed mengusung perluasan jaminan kesehatan melalui gagasan Medicare for All, pengurangan biaya hidup, dan reformasi pembiayaan politik. Ia juga menyerukan penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel. Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi titik perdebatan dengan Rogers dan sejumlah pengkritiknya.
Rogers dan pihak yang mengkritik El-Sayed mempertanyakan pencapaian serta keberlanjutan sejumlah program yang pernah dipimpinnya. Sementara itu, El-Sayed menempatkan pengalamannya dalam kesehatan masyarakat sebagai alasan untuk menawarkan perubahan kebijakan. Perbedaan tersebut memberi pemilih pilihan pendekatan yang dapat dinilai berdasarkan rekam jejak dan program masing-masing.
Nama Muhammad Ali Masuk Panggung Politik
Muhammad Ali dikenal bukan hanya karena keberhasilannya di atas ring, tetapi juga karena keterlibatannya dalam berbagai persoalan sosial. Penolakannya mengikuti wajib militer pada masa Perang Vietnam menjadi salah satu keputusan publik yang paling dikenang. Warisan tersebut kerap dibicarakan dalam kaitannya dengan keyakinan pribadi, hak sipil, dan keberanian menyampaikan pandangan.
Bagi Khaliah dan Jacob, dukungan kepada El-Sayed merupakan bentuk penilaian politik mereka terhadap seorang kandidat. Namun, hubungan simbolis dengan Muhammad Ali tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh kebijakan El-Sayed sejalan dengan pandangan almarhum. Sang petinju meninggal pada 2016 dan tidak pernah memberikan dukungan terhadap pencalonan ini.
Di Michigan, perebutan kursi Senat juga diwarnai ketegangan antarpolitikus. Mantan pesaing El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Demokrat, Haley Stevens, justru mendukung Rogers menjelang pemungutan suara. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa dukungan politik dapat berbeda bahkan di antara tokoh yang sebelumnya berada dalam partai yang sama.
Bagi El-Sayed, dukungan dua anggota keluarga Muhammad Ali menjadi bagian dari rangkaian dukungan publik dalam kampanyenya. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan para pemilih Michigan. Nama besar dapat menarik perhatian, tetapi hasil pemilu ditentukan oleh surat suara yang benar-benar diberikan warga.(*)