Kecelakaan Pesawat Learjet 60 di Florida, Kopilot Sempat Berteriak Sebelum Jatuh
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
FLORIDA, BERITANOW.COM – Rekaman komunikasi terakhir antara awak pesawat Learjet 60 dan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) mengungkap detik-detik mencekam sebelum pesawat jet pribadi tersebut jatuh di wilayah Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat.
Dalam percakapan kecelakaan pesawat Learjet 60 di florida yang terekam, kopilot pesawat sempat melaporkan adanya gangguan cuaca berupa lapisan es dan turbulensi ketika pesawat masih berada di ketinggian sekitar 35.000 kaki atau 10.668 meter.
Situasi kemudian memburuk. Pesawat dilaporkan kehilangan ketinggian secara drastis hingga awak kokpit mengirimkan sinyal darurat atau mayday kepada petugas ATC.
Rekaman komunikasi tersebut beredar melalui situs pemantau lalu lintas udara LiveATC dan menjadi salah satu informasi penting dalam penyelidikan kecelakaan yang menewaskan sembilan orang tersebut.
Kopilot Laporkan Lapisan Es dan Turbulensi
Berdasarkan rekaman komunikasi, salah seorang awak perempuan di dalam kokpit terdengar menyampaikan bahwa pesawat menghadapi lapisan es ringan dan turbulensi sedang.
Kondisi tersebut dilaporkan masih dapat dikendalikan pada awalnya. Namun, awak pesawat kemudian meminta izin kepada petugas ATC untuk mencari wilayah udara dengan kondisi yang lebih stabil.
Petugas pengatur lalu lintas udara memberikan arahan agar pesawat dapat bergerak menuju ketinggian yang lebih tinggi.
Kopilot yang kemudian diidentifikasi sebagai Nathalia Gadelha Filgueiras, berusia 20 tahun, kembali menghubungi ATC untuk menyampaikan perkembangan kondisi penerbangan.
Pada komunikasi berikutnya, ia melaporkan bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan sangat cepat.
Pesawat Kehilangan Ketinggian Secara Drastis
Kondisi darurat semakin serius ketika awak pesawat menyampaikan bahwa Learjet 60 tersebut mengalami penurunan hingga ribuan kaki dalam waktu singkat.
Kopilot kemudian mengirimkan panggilan darurat berulang kali sembari melaporkan kecepatan penurunan pesawat yang terus meningkat.
Dalam rekaman komunikasi, awak pesawat menyebut laju penurunan mencapai sekitar 10.000 kaki per menit. Tidak lama kemudian, angka tersebut dilaporkan meningkat hingga sekitar 20.000 kaki per menit.
Kondisi pesawat juga dilaporkan mengalami overspeed, yakni situasi ketika kecepatan melampaui batas operasional yang ditentukan.
Di tengah situasi yang semakin sulit dikendalikan, kopilot menyampaikan bahwa posisi pesawat mengalami kemiringan tajam.
Peringatan berikutnya terdengar semakin mengkhawatirkan. Awak pesawat menyampaikan bahwa mereka akan segera menghantam permukaan tanah.
Komunikasi terakhir yang dilaporkan dari kokpit memperlihatkan situasi darurat yang semakin kritis. Dalam rekaman tersebut juga terdengar pernyataan bahwa waktu mereka sudah habis.
Sembilan Orang Tewas dalam Kecelakaan Learjet 60
Kecelakaan pesawat Learjet 60 tersebut terjadi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 12.50 waktu setempat.
Pesawat jatuh di kawasan Greenacres, Palm Beach County, Florida. Lokasi jatuhnya pesawat berada di dekat jalan raya dan kawasan permukiman warga.
Benturan keras menyebabkan pesawat terbakar dan meninggalkan kerusakan besar di sekitar lokasi kejadian.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sembilan orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia. Korban terdiri dari dua awak pesawat dan tujuh penumpang.
Salah satu korban yang telah diidentifikasi keluarga adalah Nathalia Gadelha Filgueiras. Ia merupakan kopilot berusia 20 tahun yang terdengar menyampaikan laporan darurat kepada petugas ATC sebelum pesawat jatuh.
Sementara itu, pilot utama pesawat diketahui bernama Jeff Gregory.
Pesawat Berangkat dari Texas Menuju Bahama
Sebelum mengalami kecelakaan, Learjet 60 tersebut diketahui melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, menuju Bandara North Eleuthera di Bahama.
Pesawat jenis jet bisnis buatan Bombardier itu membawa tujuh penumpang yang terdiri dari sebuah keluarga beserta kerabat dan orang-orang terdekat mereka.
Kepolisian dan otoritas penerbangan Amerika Serikat kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
National Transportation Safety Board (NTSB) menjadi lembaga utama yang menangani investigasi tersebut dengan dukungan otoritas penerbangan terkait.
Dalam perkembangan awal penyelidikan, NTSB menyampaikan adanya indikasi bahwa sebagian struktur pesawat kemungkinan sudah terlepas sebelum menghantam permukaan tanah.
Kondisi cuaca, termasuk kemungkinan penumpukan es, turbulensi, serta hujan dan badai di sekitar wilayah penerbangan, turut menjadi perhatian penyidik.
Meski demikian, penyebab pasti jatuhnya pesawat belum dapat disimpulkan karena investigasi masih berlangsung.
Sebagai produsen pesawat Learjet 60, Bombardier menyampaikan dukungannya terhadap proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Penyelidikan akan mencakup pemeriksaan kondisi pesawat, sistem penerbangan, catatan perawatan, serta informasi komunikasi terakhir antara awak pesawat dan petugas pengatur lalu lintas udara.
Rekaman komunikasi ATC menjadi salah satu petunjuk penting untuk menyusun kronologi kejadian sebelum pesawat kehilangan kendali.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.
Publik masih menantikan hasil investigasi resmi untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi pada penerbangan Learjet 60 tersebut hingga berakhir tragis di Florida.(*)