Dampak kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur kini semakin besar. PT KAI memutuskan menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.
Langkah ini diambil setelah insiden tabrakan antara KRL CommuterLine dan kereta jarak jauh pada Senin malam, 27 April 2026, yang menyebabkan korban meninggal dunia serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan untuk mendukung proses penanganan di lokasi kejadian sekaligus memastikan keamanan perjalanan kereta.
Menurut Anne, seluruh perjalanan KA jarak jauh dari Gambir dan Pasar Senen dihentikan sementara agar proses evakuasi dan penanganan insiden dapat berjalan maksimal.
Daftar KA Jarak Jauh Batal Berangkat (27 April 2026)
Berikut daftar kereta yang dibatalkan pada hari kejadian:
- KA Gunungjati (KA 120B),
- KA Parahyangan (KA 139B),
- KA Parahyangan (KA 140B),
- KA Argo Muria (KA 22).
Daftar KA Jarak Jauh Batal Berangkat (28 April 2026)
Pembatalan berlanjut ke hari berikutnya dengan daftar sebagai berikut:
- KA Gunungjati (KA 117B),
- KA Purwojaya (KA 56F–53F),
- KA Purwojaya (KA 58F–59F),
- KA Madiun Jaya (KA 143B),
- KA Argo Sindoro (KA 17).
PT KAI juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan perjalanan akibat kejadian ini.
Saat ini, perusahaan memprioritaskan penyelamatan penumpang serta penanganan korban secepat dan sebaik mungkin, sembari terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan.
Berdasarkan informasi awal, KRL CommuterLine saat itu sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang. Tidak lama kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan menabrak KRL dari belakang.
Benturan keras mengakibatkan gerbong paling belakang KRL, yang merupakan gerbong khusus wanita, mengalami kerusakan sangat parah.
Insiden tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
KAI menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil saat ini berfokus penuh pada keselamatan penumpang dan awak kereta. Sementara itu, proses pemulihan dan normalisasi perjalanan baru akan dilakukan setelah kondisi benar-benar aman.
![]()
Be the first to comment