Kebakaran TPA Degayu Pekalongan, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PEKALONGAN, BERITANOW.COM – Kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu yang berada di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kobaran api dilaporkan muncul di sejumlah bagian area selatan dan timur tempat pembuangan sampah tersebut.
Peristiwa kebakaran TPA Degayu Pekalongan ini menjadi perhatian karena lokasi yang terbakar memiliki luas sekitar 5,8 hektare dengan tumpukan sampah yang mencapai ketinggian kurang lebih 25 meter. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus dari petugas di lapangan.
Sejumlah personel dari berbagai instansi langsung dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Langkah ini dilakukan guna mencegah kebakaran meluas, terutama ke area lain di sekitar TPA dan kawasan permukiman masyarakat.
Petugas yang terlibat dalam penanganan antara lain Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekalongan, Damkar Kabupaten Pekalongan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel Polres Pekalongan Kota dengan kendaraan water cannon, serta sejumlah relawan.
Camat Pekalongan Utara, M. Ainur Rofiq, menjelaskan bahwa sebagian titik api sudah berhasil dikendalikan. Kendati demikian, proses pemadaman belum sepenuhnya selesai sehingga petugas masih melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian.
Menurut Rofiq, seluruh unsur yang terlibat terus bekerja untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Ia menerangkan bahwa kondisi kebakaran di kawasan TPA memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Tumpukan sampah yang tebal membuat petugas tidak mudah menjangkau sumber api menggunakan selang maupun perlengkapan pemadam kebakaran.
Tumpukan Sampah Menjadi Kendala Proses Pemadaman
Salah satu persoalan yang dihadapi petugas adalah kemungkinan masih adanya bara api di bagian dalam tumpukan sampah. Meskipun kobaran api pada permukaan sudah berhasil dipadamkan, panas yang tersimpan di lapisan bawah berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan pemantauan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada titik panas yang terlewat.
Rofiq menjelaskan bahwa karakteristik lokasi kebakaran berupa timbunan sampah membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan seperti kebakaran pada bangunan biasa.
Petugas perlu memperhatikan jangkauan peralatan pemadam agar air dapat mencapai bagian yang menjadi sumber bara api. Jika hanya bagian permukaan yang berhasil didinginkan, masih terdapat kemungkinan api muncul kembali dari dalam tumpukan.
Karena itu, koordinasi antara petugas pemadam kebakaran, BPBD, kepolisian, dan relawan menjadi bagian penting dalam proses penanganan kejadian tersebut.
TPA Degayu Sedang Menjalani Penutupan Zona Pasif
Peristiwa kebakaran ini juga menjadi perhatian karena TPA Degayu diketahui sedang menjalani proses penutupan zona pasif menggunakan material geomembran.
Langkah penutupan tersebut dilakukan setelah lokasi pengelolaan sampah itu mendapatkan sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Geomembran merupakan material pelapis yang digunakan dalam pengelolaan dan penutupan area timbunan sampah. Penerapannya menjadi bagian dari proses penanganan zona pasif di kawasan TPA.
Namun, hingga saat kebakaran terjadi, belum terdapat keterangan yang memastikan adanya hubungan antara proses penutupan zona tersebut dengan munculnya api.
Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui
Mengenai asal mula kejadian, Camat Pekalongan Utara menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan.
Pemerintah setempat akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai sumber munculnya api di kawasan TPA Degayu.
Penyelidikan dan penelusuran penyebab kejadian diperlukan agar faktor pemicu kebakaran dapat diketahui secara jelas.
Sementara itu, prioritas penanganan masih diarahkan pada pemadaman menyeluruh dan pencegahan agar kobaran api tidak menyebar ke area lainnya.
Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tetap berhati-hati dan mengikuti informasi maupun arahan dari petugas yang menangani kejadian tersebut.
Kebakaran di TPA Degayu menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kawasan pengelolaan sampah, khususnya lokasi yang memiliki timbunan sampah dalam jumlah besar. Penanganan titik panas secara menyeluruh diperlukan untuk mengurangi risiko munculnya kembali kebakaran di kemudian hari.(*)