Kasus Siswi SD Tewas Dibakar Teman di Sumbar, 2 Guru Ditetapkan Sebagai Tersangka

Polisi menetapkan guru berinisial AH dan JW sebagai tersangka di kasus tewasnya Adelia Rahma (11) siswi SDN 10 Dunian Jantung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, karena dibakar oleh teman. AH dan JW dinilai lalai hingga mengakibatkan Adelia tewas.

“Sudah kita tetapkan tersangka. Mereka berdua kita tetapkan tersangka usai kita memperoleh keterangan ahli hukum pidana dari Jakarta. Berdasarkan ahli, meninggal Aldelia memenuhi unsur kelalaian,” kata Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rinto Alwi.

Rinto mengatakan AH adalah wali kelas Adelia, sedangkan JW guru olahraga. Kedua tersangka akan dijerat Pasal 359 KUHP.

Baca Juga:   KKB Intan Jaya Curi Senjata Polsek, Serangan Brutal Tembaki Aparat TNI-Polri

“Untuk tersangka ini wali kelas korban berinisial AH dan guru olahraganya berinisial JW. Mereka akan kita kenakan Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara sampai saat ini, kedua tersangka belum ditahan Polres Pariaman. Rinto mengatakan kedua tersangka akan ditahan usai semua berkas perkara rampung.

“Mereka berdua belum kita tahan. Kita baru menetapkan mereka tersangka. Jadi usai semua berkas lengkap, akan langsung kita tahan secepatnya,” ungkapnya.

Rinto mengatakan sebelum menetapkan tersangka AH dan JW, pihaknya telah memeriksa delapan orang. Delapan orang itu terdiri dari guru dan teman-teman Aldelia.

Baca Juga:   Dilarang Nonton Video TikTok, Pria di Bojonggede Siksa Istri hingga Tewas

“Dalam kasus ini, kita total memeriksa delapan orang. Delapan orang itu empat guru korban, yang duanya kita tetapkan tersangka. Sementara empat lagi teman korban,” tuturnya.

Sementara terduga pelaku pembakaran Aldelia, Rinto mengatakan akan dikembalikan kepada orang tuanya setelah keputusan pengadilan keluar.

Hal itu menurutnya, karena terduga pelaku pembakaran terhadap Aldelia tidak bisa dijadikan tersangka karena masih berumur di bawah 12 tahun.

“Pelaku pembakaran ini tidak bisa kita jadikan tersangka. Hal ini sudah diatur pada Pasal 21 UU No 11 Tahun 2012, tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Jadi karena dia berumur di bawah 12 tahun, setelah keputusan pengadilan keluar, dia akan kita kembali kepada orang tuanya,” tutupnya.

Loading