Minggu, 11 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara Tetap Tidak Sehat

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara Tetap Tidak Sehat
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

SINGAPURA, BERITANOW.COM — Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra selatan serta Kalimantan terus menutupi Singapura selama akhir pekan penyelenggaraan Formula 1. Kualitas udara di seluruh wilayah negara itu tetap berada dalam kategori tidak sehat, meski sempat membaik sedikit pada Minggu (11/10/2026).

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) melaporkan pada Sabtu (10/10/2026) bahwa asap sedang hingga tebal dari Sumatra selatan terlihat mengarah ke Singapura. Asap juga terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan.

Angka PSI Masih Tidak Sehat
Pada Minggu pagi pukul 09.00 waktu setempat, pembacaan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam berada di angka 118 untuk wilayah utara, 115 selatan, 138 timur, 152 barat, dan 151 untuk wilayah tengah. Angka ini sedikit membaik dibandingkan sehari sebelumnya, ketika PSI di wilayah tengah mencapai puncak 183 pada tengah malam sebelum berangsur turun.

Kualitas udara dianggap tidak sehat ketika PSI berada dalam rentang 101 hingga 200. PSI adalah rata-rata bergerak 24 jam dari enam polutan udara utama. Sementara itu, pembacaan PM2.5 tetap berada di kisaran elevated di seluruh Singapura, yakni 69 di utara, 71 di selatan, 93 di timur, 88 di barat, dan 87 di wilayah tengah.

NEA memperkirakan PSI 24 jam akan berada dalam rentang "tidak sehat hingga tidak sehat tinggi" dan tidak akan mencapai kategori "sangat tidak sehat" yang berada di angka 201 hingga 300.

Prakiraan Cuaca dan Arah Angin
Beberapa hujan diperkirakan turun di Singapura dan sebagian wilayah sekitarnya selama akhir pekan. Namun, kondisi kering diprediksi berlanjut di sebagian Sumatra selatan dan Kalimantan.

Dengan angin tenggara atau barat daya yang bertiup, asap kabut diperkirakan terus mengarah ke Singapura. Kondisi ini membuat kualitas udara di negara kota itu belum akan pulih dalam waktu dekat.

F1 Tetap Berjalan, Bisnis Ramai
Meski kabut asap menyelimuti, penyelenggaraan Formula 1 di Singapura tetap berlangsung sesuai jadwal. Sejumlah restoran dan bar di kawasan Raffles City dan CHIJMES di distrik pusat bisnis tetap dipenuhi pengunjung, banyak di antaranya memilih duduk di area luar ruangan tanpa masker.

Ms Depa Nagarajan, manajer Drinks & Co, menyatakan bisnisnya beberapa hari terakhir justru "lebih baik dari biasanya". Ia menyebut staf telah menyiapkan masker bagi pengunjung yang merasa tidak nyaman, serta empat pendingin udara di area makan luar ruangan.

Senada, Tony Eugene, manajer artisanal Duomo Ristorante, menyebut restorannya "super sibuk" karena balapan. "Kami penuh setiap hari minggu ini. Banyak orang internasional berdatangan, tetapi kami melihat lebih sedikit warga lokal karena kabut asap," ujarnya.

Wisatawan Lebih Berani Keluar
Channel News Asia melaporkan bahwa wisatawan asing tampak lebih berani menghadapi kabut asap dibandingkan warga lokal. Seorang pengunjung dari Jakarta, Bima Ariatama, mengaku tidak khawatir dan telah menyiapkan masker jika kondisi memburuk.

Pengunjung dari Inggris, Tom Bradbury, menyatakan bahwa pertunjukan harus tetap berjalan. "Bacaannya tidak sehat, tapi saya merokok jadi tidak terlalu terpengaruh. Tapi saya kecewa karena beberapa pemandangan tidak sejelas biasanya," katanya.

Sejumlah penggemar F1 mengaku sempat khawatir konser dan balapan dibatalkan karena kabut asap. Namun, mereka bersyukur acara tetap berlangsung. Beberapa pengunjung menyebut cuaca panas dan lembap justru lebih mengganggu dibandingkan kabut asap itu sendiri.

Pemerintah Singapura Siap Bantu Indonesia
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, menyatakan negaranya siap membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan jika diperlukan. Ia mengaku telah menghubungi mitranya di Indonesia, Menteri Jumhur Hidayat, untuk menawarkan dukungan.

"Kami menyadari upaya sedang berlangsung. Kami siap membantu di mana pun kami bisa," kata Grace Fu.

Ia juga mendukung segala upaya regional untuk membahas kerja sama penanganan kabut asap. "Kami peduli pada kesejahteraan masyarakat kami. Kami mengendalikan situasi ini. Kami memiliki rencana dan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kesehatan publik warga Singapura," tegasnya.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)