Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Kabut Asap Landa Singapura, Penjualan Air Purifier dan AC Melonjak

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Kabut Asap Landa Singapura, Penjualan Air Purifier dan AC Melonjak
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

SINGAPURA, BERITANOW.COM — Penjualan alat pembersih udara (air purifier) dan pendingin ruangan (AC) di Singapura melonjak tajam seiring memburuknya kabut asap yang menyelimuti negara itu dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah peritel melaporkan lonjakan permintaan yang signifikan, dengan sebagian model bahkan kehabisan stok.

Kondisi kualitas udara di Singapura memburuk sejak 9 Oktober 2026, ketika Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam memasuki rentang tidak sehat dan bertahan di level tersebut. PSI mencapai puncak tahun ini pada 9 Oktober dengan angka 192 di wilayah tengah.

Lonjakan Penjualan di Berbagai Peritel
Peritel elektronik Courts mencatat kenaikan volume penjualan air purifier hingga 600 persen dan AC sebesar 50 persen antara 28 September hingga 12 Oktober 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan menyatakan tim layanan pelanggan menerima peningkatan pertanyaan signifikan, terutama soal cakupan ruangan, masa pakai filter, dan efisiensi energi.

Gain City melaporkan permintaan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan lonjakan drastis sejak 9 Oktober. Penjualan air purifier naik sembilan kali lipat dibandingkan Agustus. Beberapa model terjual habis, dan sebagian pelanggan bahkan membeli unit display agar bisa langsung dibawa pulang.

"Kami menyelesaikan pengisian stok pekan lalu, tetapi penjualan terus berlanjut dengan pesat," kata Gain City, seperti dikutip The Straits Times.

Peritel PRISM+ menyebut permintaan air purifier mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa model kehabisan stok hingga November, dengan penjualan Oktober naik lebih dari enam kali dibandingkan periode yang sama di September. Penjualan AC juga meningkat lebih dari 30 persen.

Minat pada Teknologi Filtrasi PM2.5
Konsumen kini semakin memperhatikan kemampuan produk dalam menyaring partikel halus seperti PM2.5 dan serbuk sari. Menurut Gain City, selain efisiensi pemurnian, pembeli juga menanyakan Clean Air Delivery Rate (CADR), masa pakai filter, dan frekuensi penggantiannya.

Audio House mencatat kenaikan penjualan air purifier hingga 100 persen dibandingkan periode tanpa kabut asap. Permintaan juga meluas ke produk pendukung seperti kipas angin dan AC, seiring upaya warga menjaga kenyamanan di rumah selama musim kabut asap.

FairPrice melaporkan kenaikan permintaan air purifier dan AC dalam beberapa pekan terakhir. Stok kedua produk itu masih tersedia di sejumlah gerai FairPrice terpilih, meski perusahaan tidak merinci lokasinya.

Stok Masker N95 Masih Cukup
Selain alat elektronik, permintaan masker juga meningkat. Jaringan apotek Watsons mencatat pertumbuhan permintaan masker dua digit persen secara mingguan sekitar sebulan lalu, meski laju pertumbuhannya mulai melandai dalam beberapa pekan terakhir.

Watsons menyatakan telah meningkatkan pengisian stok, dan persediaan saat ini memadai di gerai maupun kanal daring. Meski demikian, pantauan The Straits Times pada 13 Oktober sore menemukan setidaknya tujuh daftar masker, sebagian besar KN95, ditandai "sold out" di toko daring Watsons.

Satuan tugas kabut asap Singapura menyatakan stok masker N95 di gudang peritel dan cadangan pemerintah masih mencukupi. Masker N95 akan didistribusikan kepada warga Singapura yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap atau yang memiliki keterbatasan akses ketika kualitas udara mencapai level "sangat tidak sehat". Mesin penjual masker juga akan disediakan di sejumlah hub transportasi umum dan kantor layanan sosial.

Kualitas udara Singapura pertama kali melampaui level tidak sehat pada 4 September 2026 akibat kabut asap, yang pertama sejak Oktober 2023. Pembacaan PM2.5 per jam tertinggi tahun ini, yakni 171, tercatat di wilayah barat Singapura pada 9 Oktober pukul 02.00.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)