Senin, 21 September 2026
Breaking News
Daerah

Jemaat GKPI di Mauk Tangerang Diduga Diintimidasi Saat Ibadah, Polisi Tindaklanjuti Kejadian

Admin | | 2 mnt baca
Jemaat GKPI di Mauk Tangerang Diduga Diintimidasi Saat Ibadah, Polisi Tindaklanjuti Kejadian
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

TANGERANG, BERITANOW.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pembubaran kegiatan ibadah jemaat GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) di kawasan Mauk, Kabupaten Tangerang, beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang diduga mendatangi lokasi ketika jemaat sedang melaksanakan ibadah dan melakukan tindakan intimidatif.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu, 20 September 2026, ketika kegiatan ibadah mingguan tengah berlangsung. Kejadian ini kemudian menjadi perhatian masyarakat karena diduga melibatkan ancaman menggunakan senjata tajam berupa golok.

Berdasarkan informasi yang beredar dari warga di sekitar lokasi, kegiatan ibadah awalnya berlangsung dalam keadaan aman. Jemaat mulai melaksanakan ibadah sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sekitar 30 menit kemudian, sejumlah orang yang tidak dikenal disebut datang ke lokasi dan membuat situasi berubah menjadi tegang.

Beberapa orang yang datang disebut mengenakan peci, sarung, serta pakaian berwarna hitam dan putih. Mereka diduga melakukan intimidasi terhadap jemaat sambil membawa senjata tajam jenis golok.

Situasi semakin memanas setelah adanya dugaan tindakan perusakan terhadap bagian dinding bangunan tempat ibadah menggunakan senjata tajam. Ketegangan tersebut dilaporkan berlangsung cukup lama, bahkan disebut mencapai sekitar 90 menit.

Karena mempertimbangkan keselamatan para jemaat, kegiatan ibadah akhirnya dihentikan sebelum seluruh rangkaian selesai. Sejumlah jemaat memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan yang lebih berbahaya.

Tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka fisik dalam kejadian tersebut. Namun, insiden itu disebut menimbulkan rasa takut dan trauma bagi sejumlah jemaat yang berada di lokasi, terutama anak-anak, perempuan, dan warga lanjut usia.

Setelah kejadian, kondisi tempat ibadah juga disebut semakin sulit digunakan. Pintu utama bangunan dikabarkan digembok oleh pihak yang melakukan aksi tersebut sehingga jemaat tidak dapat kembali menggunakan lokasi tersebut untuk menjalankan kegiatan keagamaan.

Pengurus gereja menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tersebut sebelumnya telah dikomunikasikan kepada sejumlah pihak di lingkungan setempat. Informasi mengenai kegiatan keagamaan itu disebut telah disampaikan kepada pengurus RT, RW, pihak kelurahan, hingga aparat TNI dan kepolisian setempat.

Dengan adanya dugaan intimidasi tersebut, masyarakat kini menunggu penanganan lebih lanjut dari aparat keamanan. Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan masyarakat dan pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan permukiman.

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirulah, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengetahui adanya kejadian tersebut.

Ia meminta waktu kepada wartawan untuk melakukan tindak lanjut terkait informasi mengenai dugaan pembubaran kegiatan ibadah tersebut.

Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat terkait.

Komentar (0)