Ini Dia Mobil Bekas yang Mengalami Penurunan Harga Drastis Saat Dijual Kembali, Berikut Daftarnya

Salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli mobil adalah penurunan harga atau depresiasi pada kendaraan bermotor baru, khususnya mobil.

Cara mudah untuk melihat kisaran depresiasi harga, adalah dengan melirik pasar mobil bekas. Tapi perlu diingat bahwa metode ini bukan penentu atas kualitas kendaraan atau kelayakan pakainya.

Kalau dilihat ke pasaran mobil bekas, ada beberapa mobil yang harga pasarannya jatuh. Selain kendaraan premium, kebanyakan merupakan kendaraan dari pabrikan China yang tiga tahun belakangan mulai ramai masuk ke pasaran.

Misal seperti yang dikatakan salah satu pemilik lapak mobil bekas di kawasan WTC Mangga Dua, Peter. Menurut dia, mobil-mobil yang tingkat penjualan barunya tidak begitu masif maka harga jual kembalinya bakal turun cukup jauh.

“Saya tidak bisa sebut merek, tetapi mayoritas mobil dari pabrikan China,” kata dia saat berbincang bersama Kompas.com, Selasa (6/6/2023).

Pernyataan serupa dikatakan Munir, salah satu pemilik lapak mobil bekas di sentra bisnis Harapan Indah Bekasi. Menurutnya, untuk wilayah Bekasi, depresiasi harga mobil China bisa 20-30 persen.

Baca Juga:   Perkiraan Biaya Kuras Transmisi Mobil Matik, Berapa yang Perlu Anda Siapkan?

“Kalau bicara mobil baru yang harganya turun, paling mobil China, apalagi yang sudah tidak dijual lagi (DFSK Glory 560),” kata dia.

“Kemudian ada mobil-mobil yang memang sudah tidak ada ATPM-nya seperti Datsun. Kalau Ford dalam beberapa tahun belakangan masih cenderung stabil karena sudah ada harga pasnya,” lanjut Munir.

Menurut Andi dari diler mobil bekas Jordy Mobil MGK Kemayoran, turunnya harga mobil bekas China karena peminat yang terbatas.

Kondisi serupa juga untuk Datsun dan mobil-mobil yang sudah tidak memiliki distributor resmi.

Loading