Senin, 21 September 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, tetapi Risiko Koreksi Masih Terbuka

Riskal Arief | | 3 mnt baca
IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, tetapi Risiko Koreksi Masih Terbuka
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan Senin (21/9/2026), meski risiko koreksi masih perlu diwaspadai. 

Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.441,159. Dalam sepekan, indeks turun 1,53 persen dan investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,79 triliun.

Tekanan tersebut membuat IHSG memasuki perdagangan awal pekan dengan sentimen yang masih rapuh. Namun, penurunan pada pekan sebelumnya juga membuka peluang munculnya aksi beli teknikal, terutama jika saham-saham berkapitalisasi besar mulai mengalami akumulasi.

Level 6.370 Jadi Perhatian

Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih rawan menguji rentang 6.290–6.370. Area tersebut menjadi zona penting karena dapat menentukan apakah indeks melanjutkan pelemahan atau mulai membentuk technical rebound.

Jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, indeks berpeluang bergerak menuju area pemulihan. Sebaliknya, penembusan support tersebut dengan tekanan jual besar dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut.

Area support yang perlu dicermati berada di sekitar 6.279 dan 6.201. Sementara itu, resistance IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.585–6.633. Level tersebut bukan kepastian pergerakan, melainkan acuan teknikal yang perlu dikonfirmasi melalui volume transaksi dan arus dana asing.

Rupiah dan Kebijakan BI

Pergerakan rupiah masih menjadi salah satu risiko utama bagi pasar saham Indonesia. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS pada Senin.

Tekanan terhadap rupiah dapat memengaruhi saham-saham yang memiliki kewajiban dalam dolar AS, meski dapat memberikan keuntungan bagi sebagian emiten berorientasi ekspor.

Investor juga akan menunggu arah kebijakan Bank Indonesia serta perkembangan kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, pasar mencermati harga minyak dan perkembangan geopolitik yang dapat meningkatkan volatilitas pasar.

Perubahan Indeks FTSE

Perubahan susunan indeks FTSE yang mulai berlaku pada pembukaan perdagangan Senin juga berpotensi memengaruhi saham-saham tertentu.

Penyesuaian indeks dapat mendorong perubahan aliran dana dari investor institusi, khususnya pada saham yang masuk, keluar, atau mengalami perubahan bobot. Karena itu, pergerakan saham tertentu bisa lebih volatil dibandingkan arah IHSG secara keseluruhan.

Investor perlu membandingkan kenaikan atau penurunan saham dengan volume transaksi. Pergerakan harga yang disertai volume besar dapat menunjukkan adanya rebalancing, sedangkan perubahan tanpa volume kuat belum tentu mencerminkan tren yang berkelanjutan.

Skenario Perdagangan

IHSG berpeluang menguat apabila tekanan jual asing berkurang, rupiah stabil, dan bursa regional memberikan dukungan.

Skenario konsolidasi dapat terjadi jika investor memilih menunggu keputusan BI serta perkembangan suku bunga global.

Sementara itu, risiko koreksi kembali terbuka apabila IHSG menembus area 6.370, rupiah melemah tajam, atau tekanan jual terjadi pada saham perbankan dan saham berkapitalisasi besar.(*)

Analisis ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

Komentar (0)