IHSG Ditutup 23 September 2026 Menguat 1,56 Persen ke Level 6.374,91
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – IHSG ditutup 23 September 2026 dengan penguatan 97,87 poin atau 1,56 persen ke level 6.374,91. Kenaikan ini menjadi rebound setelah indeks sehari sebelumnya anjlok 1,69 persen ke level 6.277,04.
IHSG bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan Rabu. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp12,57 triliun. Penguatan indeks terjadi di tengah respons positif investor terhadap keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen serta perbaikan sentimen global setelah harga minyak turun.
Penguatan rupiah juga ikut menopang sentimen pasar. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tercatat berada di sekitar Rp17.795 atau rupiah menguat sekitar 0,31 persen.
Rebound Setelah Tekanan Dua Hari
Kenaikan pada Rabu memperlihatkan adanya aksi beli setelah IHSG mengalami tekanan dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, indeks ditutup merosot 107,68 poin atau 1,69 persen. Tekanan saat itu menyebar ke hampir seluruh sektor, dengan sektor energi menjadi salah satu pemberat utama.
Pada perdagangan Rabu, pasar merespons keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan. Kebijakan tersebut sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar dan membantu meredakan kekhawatiran atas stabilitas nilai tukar serta prospek likuiditas domestik.
Perbaikan sentimen global juga datang dari penurunan harga minyak. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan biaya energi bagi sejumlah sektor usaha. Namun, dampaknya terhadap setiap emiten tetap berbeda, terutama bagi perusahaan energi yang pendapatannya bergantung pada harga komoditas.
Meski indeks menguat, investor masih perlu memperhatikan arah arus dana asing dan pergerakan rupiah. Pada sesi pertama, investor asing masih mencatat penjualan bersih sekitar Rp335,80 miliar di seluruh pasar.
Posisi IHSG Masih Volatil
Penutupan di level 6.374,91 membawa IHSG kembali mendekati level 6.400. Namun, indeks masih berada dalam fase volatil setelah mengalami koreksi tajam pada awal pekan.
Kenaikan Rabu belum otomatis mengakhiri risiko koreksi. Penguatan perlu dikonfirmasi dengan kemampuan IHSG bertahan di atas area 6.300 dan melanjutkan kenaikan dengan dukungan transaksi serta arus dana yang lebih sehat.
Investor juga akan mencermati saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, energi, dan konsumsi. Ketiga kelompok tersebut memiliki pengaruh besar terhadap arah indeks.
Pergerakan rupiah juga tetap menjadi variabel penting. Rupiah yang stabil dapat membantu menjaga kepercayaan investor terhadap aset keuangan domestik. Sebaliknya, pelemahan tajam berpotensi kembali memicu sikap hati-hati dan aksi jual.
Prediksi IHSG Besok
Untuk perdagangan Kamis (24/9/2026), Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.300–6.400. Proyeksi ini menunjukkan pasar masih akan menguji kemampuan indeks mempertahankan rebound setelah kenaikan Rabu.
Area 6.300 menjadi salah satu level penting untuk menjaga momentum penguatan. Apabila IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang kembali menguji resistance 6.400. Namun, MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi menguji rentang 6.208–6.258 sebelum melanjutkan penguatan menuju area 6.387–6.418.
Artinya, pasar masih memiliki dua kemungkinan. Dalam skenario positif, stabilnya rupiah, sentimen global yang mendukung, serta berkurangnya tekanan jual asing dapat membawa IHSG kembali ke atas 6.400.
Dalam skenario negatif, aksi ambil untung setelah kenaikan Rabu atau pelemahan rupiah dapat mendorong indeks menguji kembali area support di sekitar 6.300.
Investor perlu mencermati pembukaan perdagangan Kamis, arah transaksi investor asing, pergerakan saham berkapitalisasi besar, dan respons pasar terhadap perkembangan ekonomi global.(*)
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.