Rabu, 23 September 2026
Breaking News
Hiburan & Selebriti

Hayden Panettiere Meninggal Akibat Fentanyl

Riskal Arief | | 2 mnt baca
Hayden Panettiere Meninggal Akibat Fentanyl
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Aktris Hollywood Hayden Panettiere meninggal akibat efek toksik dari kombinasi beberapa obat, termasuk fentanyl. Kantor Koroner di Greenville, Carolina Selatan, Amerika Serikat, menyatakan kematian bintang "Heroes" dan "Nashville" itu sebagai kecelakaan.

Panettiere meninggal pada 16 Agustus 2026 di usia 36 tahun. Penyebab resmi kematiannya adalah efek toksik dari fentanyl, 4-ANPP, alprazolam (Xanax), methocarbamol, dan quetiapine. Hasil otopsi tidak menemukan tanda-tanda trauma yang menyebabkan kematian.

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari laporan FOX Carolina, BBC Mundo, dan Malay Mail.

Kronologi Kejadian

Menurut kantor koroner, pada 16 Agustus 2026 sekitar pukul 13.51 waktu setempat, layanan darurat menerima laporan tentang seorang perempuan yang mengalami henti jantung. 

Petugas medis tiba di apartemen Judson Mill Lofts dan langsung memberikan bantuan hidup jantung lanjutan. Namun, upaya penyelamatan gagal. Panettiere dinyatakan meninggal pada pukul 14.32.

Laporan menyebutkan Panettiere ditemukan dalam kondisi tidak responsif. Petugas di lokasi sempat memberikan nalokson (Narcan), obat yang digunakan untuk membalikkan efek overdosis opioid.

Pergulatan Panjang dengan Kecanduan

Semasa hidup, Panettiere terbuka tentang pergulatannya dengan kecanduan obat dan alkohol. Ia menceritakannya dalam memoar "This Is Me: A Reckoning" yang terbit pada 2026.

Kepada BBC Mundo, ia mengungkapkan pertama kali mengenal narkoba sekitar usia 16 tahun, saat menghadiri acara karpet merah "Heroes". Seorang anggota kru memberinya zat yang disebut "pil kebahagiaan" untuk menambah energinya.

"Aku sama sekali tidak tahu itu tidak pantas, dan tidak tahu konsekuensinya terhadap kecanduanku di masa depan," katanya kepada People.

Pada 2014, setelah melahirkan putrinya, Kaya, Panettiere mengalami depresi pascapersalinan yang memperburuk masalah obat dan alkoholnya. Dalam memoarnya, ia menulis seorang dokter pernah memperingatkannya: "Jika kamu tidak berhenti minum, kamu akan mati dalam lima tahun."

Investigasi Masih Berlanjut

Meski kantor koroner telah menutup kasus secara administratif, penyelidikan Kepolisian Greenville masih berjalan.

Menurut Malay Mail, investigasi diperkirakan akan berfokus pada dari mana Panettiere mendapatkan obat-obatan tersebut. Pola ini mirip dengan kasus kematian aktor "Friends" Matthew Perry pada 2023, di mana lima orang dijatuhi hukuman karena menyediakan obat mematikan.

Sebelumnya, laporan menyebutkan Panettiere mungkin mengonsumsi pil oksikodon yang dicampur fentanil. Fentanil adalah opioid sintetis yang kekuatannya sekitar 50 kali lebih kuat dari heroin. Hanya beberapa butir saja bisa menyebabkan overdosis fatal.(*)

Komentar (0)