Fakta-Fakta Mengejutkan ‘Kampung Mati’ di Lebak Banten

Beberapa waktu lalu sempat ramai kampung yang sepi penduduknya di Lebak, Banten. Kampung ini disebut-sebut sebagai ‘kampung mati’.

Seorang YouTuber yang pernah berkunjung ke sana, Bang Ibra, sempat menceritakan pengalamannya kepada detikcom. Ia mengunjungi 3 ‘kampung mati’, yaitu Kampung Cibolang, Kampung Susukan, dan Kampung Karian di Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

“Cuma yang masih ada penduduknya itu di Kampung ‘mati’ Karian,” ujar Bang Ibra kepada detikcom, Rabu (26/7/2023).

Ketiga desa itu sudah sepi penghuni karena kawasannya termasuk yang terdampak dari pembangunan Waduk Karian. Pada tahun 2020, sebagian besar penduduk sudah pindah karena telah mendapat ganti rugi dari pihak berwenang.

1. Ada 4 keluarga yang masih tinggal di Kampung Karian

Keadaan Kampung Cibolang dan Kampung Susukan memang sudah tak berpenghuni. Namun, masih ada 4 keluarga yang menghuni Kampung Karian.

Sebelumnya, sempat ada 5 keluarga yang masih menempati Kampung Karian. Namun, salah satu keluarga itu terpaksa pindah karena sudah tidak tahan dengan kondisi yang menyeramkan di sana.

2. Alasan masih tinggal di Kampung Karian

Bang Ibra juga sempat membeberkan alasan keluarga tersebut masih bertahan di sana. Katanya, masih belum ada kesepakatan soal ganti rugi dengan pihak berwenang. Termasuk salah satu keluarga yang terpaksa pindah itu, mereka juga belum mendapatkan ganti rugi.

Baca Juga:   Harga Tiket Pesawat ke Qatar 27 April 2024

“Intinya persoalan di sana itu mereka belum direlokasi itu ternyata (karena) kecocokan harganya dari BPN itu belum ada clear harga,” kata Bang Ibra kepada detikcom belum lama ini.

“Sedangkan mereka ini, mereka bilang gini ke saya, ‘kalau mau beli tanah, tanah yang dibayar ini untuk beli tanah di tempat yang kita mau tinggal itu sudah nggak cukup’, bilangnya kayak gitu. Jadi nggak sesuai harganya, nggak ada kecocokan,” sambungnya.

Ia menerangkan, dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah mendatangi warga di Kampung Karian. Namun, hingga saat ini masih belum ada kesepakatan.

3. Kondisi rumah banyak yang hancur

Kondisi rumah di 3 kampung itu banyak yang memprihatinkan. Ada yang masih utuh ada yang sudah hancur, bahkan rata dengan tanah.

“Ada yang rumah masih utuh, ada yang nggak diambil apa-apa, ada yang diambil gentengnya, tapi sebagian besar rumah itu utuh dan rusak. Jadi aku temuin tuh ada yang sudah ditumbuhi semak-semak, ada yang gentengnya jatuh,” ungkap Bang Ibra.

Baca Juga:   Daifuku: Mengungkap Keunikan Mochi Khas Jepang dengan Rasa yang Memikat

Pantauan detikcom melalui akun YouTube Jejak Bang Ibra, Kamis (27/7/2023), banyak rumah yang sudah mulai runtuh. Gentengnya yang sudah tidak ada menyisakan rangka kayu pada bagian atap rumah. Bahkan ada yang sudah rata dengan tanah juga.

Di samping kanan-kiri rumah banyak ditumbuhi semak-semak. Berbagai pohon juga tampak tumbang.

4. Ada ular kobra-hingga suara aneh

Di Kampung Karian, kerap ditemukan ular di rumah penduduknya. Bahkan Ketua RT di sana seringkali membunuh ular pada saat malam hari.

“Wah hampir setiap malam saya matikan ular, ular yang berbisa, kalau kata orang sunda ular tanah,” katanya dikutip dari akun YouTube Jejak Bang Ibra, Kamis (27/7/2023).

Selain ular tanah, di sana juga sempat ditemukan ular kobra. Hal ini tentunya membuat masyarakat yang masih tinggal di sana menjadi was-was.

“Kalau kita terjun dan turun ke sana itu memang memprihatinkan juga. Yang paling berbahaya di sana itu bukan setannya tapi ular. Karena ada ular kobra, ular hijau, itu yang sering berkeliaran, bahkan malam hari lewat itu, nyantai-nyantai aja itu ularnya lewat. Karena saya lihat dengan mata kepala saya sendiri,” kata Bang Ibra.

Baca Juga:   Penggunaan Air AC buat Isi Radiator, Apakah Aman?

Selain ular, di desa tersebut kerap ada suara-suara aneh ketika malam hari. Mulai dari suara orang berbicara hingga suara orang mandi.

“Jadi aku ke sana itu, (keluarga itu) pindahnya pagi, sorenya aku ke sana. Di situ aku dapat informasi kalau keluarga itu sudah nggak kuat, karena ibunya memang sakit-sakitan dan setiap malam suka ada suara-suara, mereka juga rumahnya paling pojok sendiri, sekeliling rumahnya juga rumah kosong semua,” paparnya.

5. Waduk Karian akan mulai dialiri air September mendatang

Sebagai informasi, Waduk Karian sendiri dikabarkan akan segera dialiri air. Rencananya, pengairan akan mulai dilakukan pada bulan September 2023.

Beberapa waktu lalu, Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Setda Lebak Ajis Suhendi membenarkan Waduk Karian akan segera dialiri air. Ajis menjelaskan Waduk Karian memiliki luas 2.226,44 ha. Luas waduk tersebut setara dengan luas 12 desa.

Loading