Sabtu, 24 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Empat Kali Truk Tabrak Separator Transjakarta, Cukupkah Diperbaiki?

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Empat Kali Truk Tabrak Separator Transjakarta, Cukupkah Diperbaiki?
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Kerusakan separator Transjakarta akibat insiden truk yang berulang kali menabrak pembatas jalur busway menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kurun sekitar satu bulan, sedikitnya empat insiden dilaporkan terjadi di Koridor 9 yang menghubungkan Pinang Ranti hingga Pluit. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan pembenahan pembatas jalur untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan membenahi jalur Koridor 9 yang melayani rute Pinang Ranti–Pluit. Penanganan teknis akan melibatkan Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, termasuk rencana pemasangan separator. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rangkaian insiden kendaraan berat kembali mengganggu lalu lintas di sejumlah titik jalur Transjakarta.

Bukan Sekadar Pembatas Jalan

Kerusakan separator mungkin terlihat sebagai persoalan infrastruktur, tetapi dampaknya bisa meluas ke perjalanan masyarakat. Ketika truk menabrak pembatas dan menghalangi jalur busway, petugas harus melakukan evakuasi serta membersihkan material yang berserakan. Situasi tersebut berpotensi menghambat perjalanan bus, memicu kepadatan lalu lintas, dan membuat penumpang kehilangan waktu.

Insiden pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, menjadi salah satu contohnya. Sebuah truk menabrak pembatas busway menuju Semanggi sehingga petugas harus melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Kepadatan lalu lintas pun dilaporkan terjadi di sekitar lokasi.

Berulangnya kejadian serupa menunjukkan bahwa pembenahan tidak cukup berhenti pada penggantian pembatas yang rusak. Pemerintah juga perlu memastikan penyebab kecelakaan di setiap lokasi ditelusuri secara menyeluruh. Dengan begitu, solusi yang diterapkan dapat menjawab persoalan di lapangan, bukan sekadar memulihkan fasilitas yang kembali rusak.

Pengawasan Pengemudi Ikut Menentukan

Pemasangan separator yang lebih efektif dapat membantu mencegah kendaraan memasuki jalur khusus Transjakarta. Meski demikian, infrastruktur perlu didukung pengawasan lalu lintas, penegakan aturan, serta pemeriksaan kepatuhan kendaraan berat terhadap ketentuan operasional. Tanpa pengawasan yang konsisten, risiko gangguan terhadap jalur busway tetap perlu diantisipasi.

Pramono sebelumnya juga menyoroti kendaraan besar yang menyebabkan kemacetan akibat menabrak pembatas atau mengalami kendala karena dimensi kendaraan. Ia meminta seluruh pengguna jalan menaati peraturan lalu lintas. Sikap tersebut perlu diterjemahkan menjadi pengawasan yang efektif, terutama pada titik-titik yang berulang kali mengalami insiden.

Publik Menunggu Hasil Nyata

Rencana pembenahan Koridor 9 kini menjadi ujian bagi upaya Pemprov DKI Jakarta menjaga keandalan transportasi publik. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pembatas yang lebih kuat, tetapi juga jaminan bahwa jalur busway tetap aman dan dapat digunakan sesuai peruntukannya.

Karena itu, keberhasilan kebijakan ini nantinya perlu dilihat dari hasil di lapangan: apakah kecelakaan berulang dapat ditekan, gangguan perjalanan berkurang, dan pelanggaran terhadap jalur khusus semakin terkendali. Bagi penumpang Transjakarta, ukuran keberhasilan bukan sekadar separator yang kembali berdiri, melainkan perjalanan yang lebih aman dan dapat diandalkan. (*)

Komentar (0)