Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
MANCHESTER, BeritaNow.com — Manchester United sedang mengalami masa sulit, tetapi Michael Carrick rupanya tidak ingin menambah masalah dengan mengganti kapten tim. Pelatih Setan Merah itu memastikan Bruno Fernandes tetap mengenakan ban kapten meskipun sebelumnya mengkritik taktik tim dan dicadangkan dalam pertandingan melawan Bournemouth. Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa Carrick memilih meredakan ketegangan internal ketika Manchester United justru membutuhkan persatuan.
Kepastian itu disampaikan Carrick dalam konferensi pers menjelang pertandingan Liga Inggris melawan Chelsea, Kamis (29/10/2026). Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa status Fernandes sebagai kapten tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurutnya, pemain berusia 32 tahun itu tetap berkomitmen membantu Manchester United memperbaiki penampilan.
Persoalannya, situasi United sedang jauh dari kata nyaman. Klub tersebut belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan di seluruh kompetisi dan berada di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris. Dengan jarak hanya satu poin dari zona degradasi, urusan ban kapten seolah menjadi drama tambahan di tengah persoalan yang lebih besar.
Berani Kritik Taktik, Berakhir Duduk di Bangku Cadangan
Ketegangan bermula setelah Manchester United kalah 1-4 dari Como 1907 dalam pertandingan Liga Champions pada 21 Oktober. Fernandes secara terbuka mempertanyakan pendekatan taktik yang diterapkan Carrick. Ia menilai tim perlu bermain lebih berani dalam menekan lawan.
Empat hari kemudian, Fernandes tidak masuk susunan pemain utama ketika United menjamu Bournemouth di Old Trafford. Gelandang Portugal tersebut bahkan tidak dimainkan sama sekali hingga pertandingan berakhir dengan kekalahan 0-3. Carrick menyatakan keputusan mencadangkannya didasarkan pada pertimbangan sepak bola, bukan hukuman atas kritik yang disampaikan.
Keadaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai hubungan pelatih dan kapten. Harry Maguire sempat mengambil alih ban kapten dalam pertandingan melawan Bournemouth. Namun, Carrick menegaskan pergantian sementara itu tidak mengubah kepemimpinan Fernandes di dalam tim.
Sempat Tegang, Kini Kembali Satu Haluan
Carrick dan Fernandes kemudian melakukan pembicaraan untuk menjernihkan persoalan di antara keduanya. Setelah pertemuan tersebut, Carrick menegaskan tidak ada masalah mengenai komitmen sang gelandang. Fernandes tetap dipandang sebagai sosok penting bagi ruang ganti Manchester United.
Keputusan itu menarik karena kritik terhadap pelatih sering dianggap sebagai tanda hubungan yang memburuk. Namun, perbedaan pendapat dalam sebuah tim tidak selalu harus berakhir dengan pergantian kapten. Carrick tampaknya lebih memilih mempertahankan pengalaman Fernandes daripada membuka persoalan kepemimpinan baru.
Bagi pendukung United, keputusan mempertahankan kapten tentu belum cukup untuk menghapus kekecewaan akibat hasil pertandingan. Tim tetap membutuhkan gol, kemenangan, dan penampilan yang lebih meyakinkan. Ban kapten mungkin tidak berpindah tangan, tetapi tanggung jawab memperbaiki keadaan tetap berada di pundak seluruh pemain.
Carrick Juga Sedang Berjuang Menyelamatkan Kursinya
Tekanan terhadap Carrick tidak kalah besar dibandingkan sorotan kepada Fernandes. Manchester United belum memenangi pertandingan liga sejak 30 Agustus 2026, sementara sejumlah laporan menyebut manajemen telah membahas posisi sang pelatih. Carrick tetap memimpin tim dan menyatakan tidak membutuhkan jaminan khusus mengenai pekerjaannya.
Ujian berikutnya datang dari Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026). Fernandes berpeluang kembali dimainkan setelah tidak diturunkan melawan Bournemouth, meskipun susunan pemain belum diumumkan. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi United untuk menghentikan rentetan hasil buruk sekaligus membuktikan bahwa masalah internal tidak mengganggu persiapan tim.
Pada akhirnya, kepastian mengenai kapten hanya menyelesaikan satu dari sekian banyak persoalan Manchester United. Carrick masih harus mencari cara membuat tim kembali kompetitif, sedangkan Fernandes dituntut menunjukkan kepemimpinan melalui penampilan di lapangan. Sebab, bagi suporter yang menunggu kemenangan, kabar paling menyenangkan bukan siapa memakai ban kapten, melainkan kapan Setan Merah kembali meraih tiga poin.(*)