Minggu, 11 Oktober 2026
Breaking News
Video

Banjir Bandang di Tapan Sumbar, Rumah Hanyut dan Akses Jalan Terputus

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Banjir Bandang di Tapan Sumbar, Rumah Hanyut dan Akses Jalan Terputus
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

PESISIR SELATAN, BERITANOW.COM  — Banjir Bandang Tapan Sumbar menerjang kawasan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Bencana tersebut berdampak terhadap ribuan warga, menyebabkan sejumlah rumah hanyut, serta mengganggu akses transportasi akibat longsor di beberapa titik.

Berdasarkan data sementara yang tersedia hingga Minggu (11/10/2026), sebanyak 1.183 kepala keluarga atau sekitar 4.240 jiwa terdampak banjir di sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut diduga memicu meluapnya aliran sungai hingga air memasuki permukiman penduduk. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai sekitar 120 sentimeter.

Genangan mengganggu aktivitas masyarakat dan membuat sebagian warga harus mencari tempat yang lebih aman. Sejumlah bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air.

Rumah Warga Hanyut, Fasilitas Ikut Terendam

Dampak banjir terlihat di sejumlah kawasan permukiman. Laporan dari Nagari Limau Purut Tapan menyebutkan, sebanyak 115 rumah sempat terendam. Satu rumah dilaporkan hanyut, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan berat.

Banjir juga menggenangi dua tempat ibadah dan satu bangunan sekolah. Dalam laporan lain, dua rumah warga serta satu warung atau kafe disebut hanyut akibat bencana tersebut.

Angka kerusakan itu masih memerlukan pencocokan dengan pendataan terbaru dari petugas di lapangan. Karena itu, jumlah bangunan terdampak secara keseluruhan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan sementara tersebut.

Longsor Putus Akses Jalan

Selain banjir, tanah longsor turut menghambat mobilitas masyarakat di kawasan Tapan dan sekitarnya.

Longsor dilaporkan terjadi di tujuh titik di kawasan Sungai Gambir, Sako Tapan, pada jalur penghubung menuju Sungai Penuh. Material longsoran menyebabkan akses jalan nasional terputus dan membuat Kampung Sako dilaporkan terisolasi.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat perjalanan warga maupun distribusi kebutuhan pokok ke wilayah terdampak. Penanganan jalur yang tertutup material longsor menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan akses masyarakat.

Petugas dilaporkan mengerahkan alat berat untuk membuka kembali jalur yang terdampak. Sementara itu, air di beberapa lokasi mulai surut, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Pendataan Dampak Masih Berjalan

BPBD Kabupaten Pesisir Selatan bersama unsur terkait melakukan penanganan dan pendataan dampak bencana. Informasi mengenai jumlah warga terdampak, kondisi rumah, serta kerusakan infrastruktur masih berpotensi berubah mengikuti hasil pemeriksaan di lapangan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan perbukitan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan maupun longsor, terutama ketika hujan deras berlangsung.

Perkembangan kondisi warga, pemulihan akses jalan, dan jumlah kerusakan menjadi informasi penting yang perlu terus diperbarui seiring berlangsungnya penanganan bencana di kawasan Tapan. (*)

 

Komentar (0)