Bandara Riyadh Ditutup Akibat Serangan Houthi, Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
RIYADH, BERITANOW.COM – Aktivitas penerbangan internasional menuju Arab Saudi mengalami gangguan setelah serangan rudal kelompok Houthi dari Yaman dilaporkan menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Insiden tersebut membuat otoritas setempat memperpanjang penutupan bandara hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
Penutupan Bandara Riyadh akibat serangan Houthi ini berdampak pada sejumlah penerbangan internasional. Berbagai maskapai terpaksa melakukan penyesuaian operasional, mulai dari pembatalan penerbangan, penundaan keberangkatan, hingga perubahan rute perjalanan.
Berdasarkan informasi dalam laporan yang dikutip dari Arab News pada Selasa (13/10/2026), gangguan penerbangan terjadi setelah serangan rudal berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Situasi keamanan yang semakin tidak menentu membuat sejumlah perusahaan penerbangan mengambil langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Bandara Internasional King Khalid merupakan salah satu pintu masuk utama penerbangan internasional menuju ibu kota Arab Saudi. Gangguan operasional di bandara tersebut menyebabkan sejumlah maskapai menangguhkan sementara layanan penerbangan menuju Riyadh.
Tidak hanya penerbangan ke Riyadh, beberapa layanan menuju Jeddah dan Dammam juga dilaporkan mengalami perubahan jadwal maupun pembatalan.
Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi calon penumpang yang telah merencanakan perjalanan ke Arab Saudi.
Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan ke Arab Saudi
Menurut informasi yang dikaitkan dengan laporan Reuters, sejumlah maskapai internasional telah mengumumkan penghentian sementara penerbangan ke Riyadh.
Lufthansa Group dilaporkan menangguhkan penerbangan menuju ibu kota Arab Saudi hingga 16 Oktober 2026. Sementara itu, Air France-KLM disebut memperpanjang penghentian layanan hingga akhir Oktober.
Beberapa maskapai lain yang dilaporkan terdampak antara lain:
1. Flydubai: Membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 14 Oktober.
2. Air India: Menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh hingga 15 Oktober.
3. Air India Express: Menangguhkan layanan penerbangan ke Riyadh hingga 14 Oktober.
4. SriLankan Airlines: Menghentikan sementara penerbangan ke Riyadh hingga 18 Oktober.
5. Etihad Airways: Membatalkan sejumlah penerbangan Abu Dhabi menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam pada 11–13 Oktober.
6. Emirates: Sejumlah penerbangan dari Dubai menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam dilaporkan terdampak pada 12 Oktober.
7. Air Arabia: Melakukan pembatalan serta penyesuaian jadwal pada sejumlah rute penerbangan menuju Arab Saudi.
8. Qatar Airways dan Kuwait Airways: Dilaporkan membatalkan penerbangan menuju Riyadh.
9. Gulf Air: Membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga 17 Oktober.
10. Delta Air Lines: Menunda pembukaan rute Atlanta–Riyadh yang awalnya dijadwalkan pada 23 Oktober 2026 menjadi Maret 2027.
Penundaan rute Delta Air Lines disebut berkaitan dengan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Meskipun Bandara Riyadh dilaporkan mengalami penutupan, kondisi tersebut tidak berarti seluruh penerbangan internasional menuju Arab Saudi dihentikan.
Sejumlah bandara lainnya masih disebut beroperasi, meskipun sebagian layanan penerbangan mengalami gangguan dan penyesuaian jadwal.
Perubahan situasi keamanan juga dapat memengaruhi keputusan operasional maskapai dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, penumpang yang berencana melakukan perjalanan internasional menuju Arab Saudi disarankan untuk memeriksa status penerbangan melalui saluran informasi resmi maskapai.
Gangguan penerbangan akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Arab Saudi menjadi perhatian bagi para pelaku perjalanan internasional.
Calon penumpang perlu memastikan kembali jadwal keberangkatan, kemungkinan perubahan rute, serta kebijakan pengembalian dana atau penjadwalan ulang tiket.
Informasi mengenai pembukaan kembali Bandara Internasional King Khalid juga perlu dipantau melalui pengumuman resmi otoritas penerbangan Arab Saudi.
Dengan kondisi yang masih berkembang, pembaruan informasi menjadi hal penting agar penumpang dapat mengantisipasi kemungkinan perubahan rencana perjalanan.