Minggu, 11 Oktober 2026
Breaking News
Video

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura, Apakah Balapan F1 Ikut Terdampak?

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura, Apakah Balapan F1 Ikut Terdampak?
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

SINGAPURA, BERITANOW.COM — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia berdampak pada kualitas udara Singapura di tengah penyelenggaraan Formula 1 (F1) Grand Prix 2026 di Marina Bay Street Circuit, 9–11 Oktober. Meski kualitas udara memburuk, balapan utama tetap dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10).

Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA), dalam pembaruan pada Sabtu (10/10), melaporkan bahwa indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam berada pada kisaran 118–168 pada pukul 19.00 waktu setempat. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

NEA juga mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 selama satu jam berada pada kisaran 63–107 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan polusi udara yang perlu diwaspadai masyarakat.

Dalam laporan yang sama, NEA menyebut asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari Sumatra bagian selatan terpantau bergerak menuju Singapura. Asap juga teramati di sejumlah wilayah Kalimantan.

Angin dari arah tenggara hingga selatan berpotensi membawa asap kembali menuju Singapura. Meski hujan turun di beberapa wilayah, kondisi kering diperkirakan masih berlanjut di sebagian Sumatra bagian selatan dan Kalimantan.

F1 Singapura Tetap Dijadwalkan Berlangsung

Kondisi kabut asap menjadi perhatian menjelang balapan F1 di sirkuit jalan raya Marina Bay. Namun, penyelenggara tidak merencanakan pembatalan balapan utama berdasarkan informasi yang tersedia menjelang perlombaan.

Laporan Reuters pada 8 Oktober menyebutkan, Federasi Otomotif Internasional (FIA) bersama otoritas setempat memantau perkembangan kualitas udara dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi memburuk.

Langkah tersebut mencakup kemungkinan pembatasan hiburan dan aktivitas luar ruangan selama akhir pekan Grand Prix. Bantuan medis dan masker N95 juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan pengunjung.

Dengan demikian, dampak kabut asap tidak hanya menjadi persoalan teknis penyelenggaraan ajang olahraga internasional, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan penonton, pekerja, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Asap Lintas Batas Jadi Perhatian Regional

Kabut asap akibat karhutla merupakan persoalan lingkungan lintas batas yang berulang di kawasan Asia Tenggara. Pergerakan asap dipengaruhi lokasi kebakaran, kondisi cuaca, serta arah dan kecepatan angin.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla di Indonesia menjadi penting, tidak hanya untuk melindungi masyarakat di wilayah terdampak langsung, tetapi juga untuk mengurangi risiko pencemaran udara lintas negara.

Pemantauan titik panas, pemadaman kebakaran, perlindungan kawasan gambut, dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, masyarakat Singapura diimbau memperhatikan pembaruan kualitas udara dari NEA dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan berdasarkan kondisi polusi terkini.

Hingga informasi yang tersedia pada Sabtu (10/10), balapan utama F1 Singapura dijadwalkan berlangsung Minggu malam waktu setempat. Perkembangan kualitas udara tetap menjadi faktor yang perlu dipantau selama penyelenggaraan acara. (*)

Komentar (0)